Selasa, 17 Januari 2012

Puisi "Lonceng Tersembunyi"

 Lonceng Tersembunyi

 "Sebuah Puisi Harapan manusia yang tertunda"

Betapa hancurnya harapku ini
Mengalir darah penuh harapan
Aku bosan terus berdiri
Hanya berdiam menunggu kematian
Takdir mungkin takut sendiri
Kesepian bersama yang terbuang

Rasa sakit menghujam mimpi
Rantai tajam pun mulai digunakan
Kebencian sudah menusuk perih
Hidup hanya menunggu sang pahlawan

Lonceng jiwa mulai berjatuhan
Datang dari segala kemungkinan
Ini hidup penuh penghapusan
Bersama juga tak akan menang

Jiwa muda penuh penyesalan
Apa dosa membuatmu terpendam
Ini bukan sebuah pertunjukkan
Hanya harapan yang putus asa
Ingin tersenyum juga menyakitkan
Lebih baik diam menunggu pengadilan

Hidup bukan lagi yang terbaik
Jika hanya dunia yang kau miliki
Jangan kau harap untuk melayang
Ini Dunia penuh kebusukkan

Moral tinggi sudah terlelap
Menunggu lonceng yang tersembunyi
Mungkin kebebasan tak berguna
Namun takdir akan terus mengikuti

Takutlah kau kepada Tuhan
Tak perlu kau bersumpah dengan namanya
Senjata terdiam tak ingin mengerti
Walau berantai namun tak mau berlari

Cobalah untuk menghias hati
Tak tampak tapi dapat dirasakan
Ilmu ku tak seluas langit tinggi
Matahari pun juga perlu kesabaran

Saat takdir tak bisa kau bentuk
Namun berusahalah merubahnya
Kemarahan akan selalu menunggu
Hingga kau dapat mencegahnya

Bersulang dengan pasir waktu ini
Aku duduk tak ditemani
Lampu terang juga akan menerangi
Semua harapan yang datang kemari



                                                                             COVER

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

comment