Minggu, 12 Februari 2012

Yang Aku harapkan

  Diam menyendiri merasakan dinginnya pagi hari, tak mampu memandang dan tak mampu menceritakan indahnya suasana saat ini. Bukan makanan enak dan bukan juga pakaian bagus yang aku inginkan, bersama baju tua ini aku ingin tetap bersyukur dengan apa yang aku dapatkan. Andaikan aku dapat melihat masa depan yang semakin hebat, pastilah aku tidak dapat menceritakan apa yang aku lihat, anak cucuku telah mengetahuinya sendiri dengan mata terbukanya. Hari - hariku terus menanti, tenggelam di masa lalu tidak akan membuatku diingat juga, tongkat rapuh masih menuntunku, mengitari jalan penuh kegelapan hati.

  Aku ingin tertawa dan bercanda seperti dulu, tersenyum bersama kenangan yang tak terlupakan. Waktu mengkandaskan semua mimpiku, tak tersisa harap namun aku tetap menatap. Di ujung jalan, cahaya tidak akan mungkin aku lihat, aku sampai lupa bagaimana warna kulit tuaku ini. Jari jemari sudah tidak kuat menghapus air mata, mengisahkan sebuah tragedi yang terkandaskan. Sampai mati aku tidak ingin merepotkan orang yang aku sayangi, mendengar mereka tertawa saja sudah membuatku bahagia.

  Sekarang aku mengerti, betapa berharganya hidup ini, tak akan aku sia - siakan satu detik penuh luapan, akan aku coba mendekatkan diri kepada Tuhan. Dan bila memang ini saatnya aku akan pergi, aku mohon jangan pernah menangis di dekat tubuhku, aku mengerti arti dari kepergianku, dan semuanya harus mengerti tentang takdir waktu. Badan ini sudak tidak kuat untuk berlari, bunyi tulang rapuh terdengar seperti biola mimpi, semakin tergores akan semakin bertahan. Aku berdoa di kala hujan deras mengguyur gubug tuaku, Selamatkan keluargaku Ya Allah, aku mencintai mereka melebihi diriku sendiri. Aku mohon Tuhan, pertemukan aku dengan mereka suatu saat nanti, agar aku dapat melihat wajah wajah tampan anak cucuku ini.

"Lalu, daun hijau pun pasti berguguran, seandainya itu aku, aku ingin kuat menghadapinya, bersama dingin malam aku akan terpaku dalam sunyi, merintih dan berdoa melupakan kesakitan dunia. Tatapan mataku semakin dalam dan menghitam, sampai pepohonan tak dapat memahami pikiranku. Genggamlah tanganku kau orang yang dapat mengerti ceritaku, aku tak akan lelah mengikuti mimpimu, teruslah belajar dan berdoa, dunia ini terlalu luas untuk kau lalui sendiri."


"Aku Ingin melihat orang - orang di sekitarku, untuk berbicara bersama tentang indahnya dunia."

Senin, 06 Februari 2012

Second Theory

Second Theory

Persaudaraan begitu suram, menjalin sebuah ikatan tanpa ada pemahaman. Berteman tidak ada gunanya, jika tidak pernah mengajak dalam kebaikan. Landasan iman seperti diperjual belikan, yang tak kuat maka akan dihempaskan. Kita memang tidak hidup untuk agama, tapi agama yang akan membuat kita hidup. Tuhan maha segalanya, mengapa banyak manusia yang tidak meminta kepadanya. Sebuah kapal pun akan tenggelam tanpa nahkoda, begitupun hati kita, tanpa Tuhan kita akan tenggelam dalam sumur keburukan. Kebimbangan memang terus datang, berpeganglah pada tiang agamamu maka kau akan selamat. Disaat guru tidak dapat dicontoh tetaplah Tenang, doakan semoga hati mereka segera dicerahkan.

  Tak masalah kita tidak bisa matematika, tak masalah kita tak bisa ipa, di Kubur nanti kita tidak akan ditanya tentang pelajaran dunia yang membosankan itu. Peti mati hanya sampah, dan aku sudah pernah mengatakannya. Manusia kembali ke Tuhannya haruslah suci, potongan kayu juga tidak akan membantumu masuk surga. Orang bodoh menganggap ramalan itu benar, padahal peramal dan penyihir hanyalah orang yang syirik kepada Tuhan Yang Maha Esa. Manusia akan celaka saat dia berbohong untuk membuat orang lain tertawa, namun mereka tak pernah memahaminya. Ilmu Agama begitu banyak sebenarnya, tapi banyak juga yang tidak ingin mempelajarinya. Kacau tanpa henti Dunia ini, fitnah dan perzinaan begitu mudah disebarkan. Para perokok juga menganggap paru - parunya murah dibeli, sehingga dia tega melubangi alat bernafasnya itu. Menurutku Teori kehidupan itu bohong, mengajarkan suatu hal dengan rumus - rumus yang tak masuk akal. Pembaca semakin mengantuk membaca sebuah cerita berisi malapetaka, mereka lebih suka melihat gambar nakal anak - anak perempuan, dan dia akan menikmati siksa terdalamnya nanti.

  Demi Nafas Terakhir yang menguburkan harga diri manusia, begitukah sedihnya jiwa Para tahanan kebebasan. Mereka berjuang di perang yang sama namun tidak memiliki keadilan serupa. Berdoa dengan mengangkat tanganmu maka semuanya juga akan dimaafkan. Tuhanku memang maha pemaaf dan bagaimana dengan Tuhanmu. Orang yang ingin bertaubat pasti dosanya dihapuskan, jangan pernah takut untuk menyadari kesalahanmu. Dengan begitu kau akan sukses dalam akhiratmu. Dua kepercayaan jika digabungkan membentuk kegilaan, kuatkanlah pikiranmu dan kita bisa bersatu. Lelah menyerah buruknya darah, maju bersama melanggar teori yang tidak mengajarkan agama manusia.

BREAKING THE THEORY WITH SOUL BREAKER

Jumat, 03 Februari 2012

Air Mata Bumi


  Kehidupan terus saja berganti, dari generasi ke generasi terus saja mengalami kemajuan. Para manusia cerdas seperti terus diciptakan Tuhan, penemuan - penemuan gila pun juga mulai ditemukan. Namun, pikiran dan teknologi yang maju tak mampu mengubah hati manusia untuk selalu mengingat sang pencipta. Manusia penuh penyesalan terus saja bekerja dan mencari - cari dunia sampai dia lupa amalan untuk akhiratnya. Dunia bagaikan ladang harta, manusia berlomba untuk mendapat kedudukan tertinggi. Tanpa mereka sadari, perbuatannya hanya akan menimbulkan kesedihan dan penyesalan di akhir hidupnya.

   Dunia ini begitu rusak, norma dan akhlak sudah tidak lagi berlaku untuk sebagian manusia. Agama pun juga sering dilupakan dan hanya menjadi sebuah cerita dari masa lalu. Para wanita yang tidak mengerti hukum agama adalah sumber dosanya dunia, membuat berbagai masalah dan menyebarkan perzinaan, zina mata dan zina hati. Tempat ibadah telah dijauhi, dan tempat yang tidak bermanfaat malah di dekati. Anak anak muda yang lupa agama terlihat menikmati hidup di dunianya, tapi mereka tidak sadar siksa apa yang akan mendatanginya. Padahal Tuhan telah memperingatkan kepada umatnya, untuk selalu beribadah dan meminta kepadanya. Kalau bertaubat saja tidak mau, bagaimana mereka bisa bilang mereka ingin surga. Semuanya butuh perjuangan dan pengorbanan, jika kau ingin bahagia di dunia, kau harus tau ilmunya, begitupun jika kau ingin bahagia di akhirat kau harus mengerti ilmunya. Kebaikan masih menunggu para pejuangnya, jangan sampai kita menjadi yang terakhir membelanya. Kematian kita pun tidak pernah terduga, bisa saja satu detik yang akan datang kita akan meninggal, semua itu adalah kehendak Tuhan.

  Jangan sampai kita terpengaruh dosa begitu jauh, orang jahat walaupun menang tapi dia kalah dalam hatinya. Mengingat Tuhan adalah salah satu cara meningkatkan akhlak kita, dengan begitu saat banyak permasalahan hanya Tuhan lah tempat kita meminta. Pohon dan patung itu tak bisa bicara, jangan pernah mengharapkan pertolongan darinya. Untuk apa juga kita ini memilh yang rendah padahal kita akan dapat yang lebih tinggi. Begitulah kehidupan manusia, mereka berlari mengejar dunia yang penuh lelucon dan pasti musnah, padahal kehidupan indah yang sebenarnya ada di surga. Kebaikan dan Keimanan kita harus ditingkatkan, tidak ada orang yang mengingat Tuhan akan menderita. Marilah kita ajarkan akhlak baik ke semua orang, berdakwah itu adalah sebuah perjuangan untuk mendapat Kekekalan abadi. Marilah untuk berusaha memahaminya.

Bangkit dari lubang terdalam


  Hati memang tempatnya cobaan, seperti palu yang menghantam batu, begitulah rasa sakit hati yang teraniaya kebaikannya sendiri. Ingin menangis namun tidak akan ada yang berubah, ingin tersenyum namun begitu berat untuk meninggalkannya. Bagai Api yang menyala kecil namun semakin lama akan semakin panas, begitu juga hati manusia jika terus mendapat beban yang tanpa henti terus mendatangi. Bersabar dan terus bersabar mungkin melelahkan bagai sebagian orang, tapi untuk yang mempunyai tekad kuat, bersabar seperti lauknya setiap hari, tanpa lelah terus menunggu, tanpa menyerah terus berusaha. Dan apa yang menjadi beban hidup kita, lama kelamaan akan pergi bersama badai angin yang berlalu.

  Beratnya pikiran dunia membuat kita stres dan terkadang sulit untuk berkonsentrasi. Apalagi jika hati juga dalam keadaan hancur, pasti akan mempermudah seseorang untuk putus asa. Sebenarnya putus asa itu ada obatnya, yaitu selalu Ingat Allah SWT, dengan berdzikir dan menyebut namanya maka hati dan pikiran kita yang galau lama kelamaan akan menjadi tenang kembali. Memang berdzikir itu terdengar mudah, tapi tanpa niat ingin menjadi lebih baik, segala yang mudah akan berubah menjadi sulit. Kita ini hidup untuk memikirkan akhirat, di Dunia ini kita hanya bertani menanam amal - amal baik agar menjadi bekal kita menuju hari pengadilan nanti. Bersabar dan Bersyukur harus kita terapkan untuk mendapatkan yang kita inginkan, kita tidak boleh berfikir akan mendapat segala sesuatu dengan cepat, pasti butuh usaha dan pengorbanan.

  Manusia yang kuat adalah manusia yang masih mampu berlari walaupun telah jatuh ke lubang yang terdalam. Pantang menyerah adalah milik jiwa manusia yang kuat. Terus melangkah dan melangkah, bahkan jika mereka harus merangkak, mereka pasti akan merangkak. Lilitan kesedihan harus dibebaskan dari diri kita, apapun yang sudah terjadi tak perlu diungkapkan lagi. Apapun adalah kehendak Allah SWT, Allah tau yang terbaik untuk umatnya. Apabila kita telah berusaha dan berdoa dengan sungguh - sungguh, namun akhirnya kita gagal, mungkin kita memang belum siap untuk menerima kemenangan. Serahkan saja semua pada Allah. Tetap berjuang dan tetap Meraung seperti singa yang berperang. Perjuangan keras tidak akan menghasilkan sesuatu yang sia - sia. Semoga tidak ada penyesalan di akhir hidup kita.

comment