Rabu, 25 April 2012

Tujuan belum menghilang

   Saat mata kini terpejam, tak sanggup melihat lintasan sang mentari, di bawah lukisan langit yang terpecah harap itu mulai tak di inginkan dalam misteri. Jalannya Bulan merupakan suatu tujuan, tujuan yang penuh kekuasaan Tuhan dan bukan rekayasa manusia penuh dendam. Apa yang diminta belum tentu yang dibutuhkan, apa yang di Cinta belum tentu yang setia, walaupun angin akan berhembus mengikuti naluri hati namun jalan yang benar hanya perlu niat dan usaha yang pasti. Apakah mimpi itu suatu khayalan yang sia - sia dan manusia tak pernah tau, akan takdir Tuhan yang tak pernah dapat di ramal, mencoba menjauhi mungkin kau malah akan menemui jalan yang telah ditentukan. Dan tak usah pedulikan dimana matahari akan terbit, kemarin adalah sejarah, besok adalah misteri dan hari ini adalah anugerah, tak usah kau pikiran tentang masa lalu dan masa depan, yang terpenting bagaimana saat ini kau bisa taat kepada Tuhan.

  "Demi Masa sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi". Yaitu Manusia yang meninggalkan Agama dan menukarnya dengan kenikmatan semata, mereka hanya akan bersenang - senang di Dunia dan menderita di Akhirat. Agama Islam adalah agama keselamatan, kenapa manusia tak mendalami Ilmunya?. Manusia yang beramal Sholeh tidak akan merugi, segala yang dilakukannya dapat menjadi Ibadah, asalkan mengikuti Sunah Rasulullah SAW. Saat banyak yang menjauhi kebaikan, mereka seperti menganggap bahwa mengikuti Ajaran Rasulullah SAW berarti hidup seperti masa lalu, padahal yang menjauhi itulah yang seperti hidup di zaman yang tak beragama.

  Renungkanlah teman, Dunia sudah semakin tua dan kita pun tak tau kapan ajal akan menjemput. Syukurilah setiap apa yang diberikan oleh Tuhan, bisa jadi hari ini adalah hari terakhirmu untuk hidup. Lupakanlah sejenak urusan Dunia yang sia - sia, hal itu tak akan membawamu untuk masuk ke dalam Surga. Tipuan Dunia yang semakin kejam akan membuat kesenangan semata dalam hatimu, tanpa kau sadari ketenangan akan menjauhi dirimu. Ingatlah Tuhan di saat kau sedih dan senang dan Tuhan pun akan mengingatmu di saat yang sama, perbanyaklah memohon ampun dan memuja kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dan sampai Dunia ini berakhir pun hanya Allah SWT yang pantas disembah, segala yang ada di alam semesta ini adalah makhluk Allah yang tak dapat memberikanmu manfaat apapun. Berjuang demi Agama lebih baik daripada Dunia seisinya, kibarkan Iman dan Takwa ke seluruh manusia agar senantiasa selamat di Dunia Akhirat. "its spirit of Islam".

Kabut Biru dan Kehidupan

    Saat Dunia mulai meredupkan keindahan, agama juga mulai dilalaikan, Para pencari dunia terus berkibar dengan Kalung emas yang menyerupai borgol binatang liar. Sangat sulit membedakan yang benar dan salah pada Dunia ini, seakan Agama yang benar dan salah pun berdiri sama tinggi di dalam hati manusia. Sampai kapan pun tak akan ada yang mengerti kebenaran, sebelum Manusia itu menyadari kelalaiannya, di manakah harga diri itu diperjuangkan, sampai tak terlihat sejauh mata memandang. Wanita yang memakai pakaian tapi telanjang telah memenuhi pandangan nafsu dunia, apa mereka fikir memperlihatkan rambutnya akan dianggap sebagai Ratu Dunia. Padahal Wanita Islam pasti mengetahui, jika tidak menutup aurat mereka akan mendapat siksa yang berat, tapi kenapa mereka seakan tak peduli akan hal itu, walaupun mereka rajin beribadah tetap saja Imannya perlu dipertanyakan. Kemaksiatan juga sudah tak dianggap hina lagi, malah menjadi kebiasaan para Anak muda dan Lansia, tanpa malu mereka mengitari puluhan Manusia, sebagai penebar dosa bersama para Setan yang mencintainya. Dimanakah Kebaikan yang dulu diperjuangkan Para pejuang Agama, apakah para Pendosa itu tak percaya akan surga dan neraka.

  Ribuan Ulama memenuhi Dunia ini, namun tak sebanyak kemaksiatan yang terus bertambah. Gunung dan Bumi juga menangisi keburukan Perkataan manusia, manusia yang menganggap Tuhan seperti mempunyai Keluarga. ALLAH SWT Yang Maha Esa adalah Tuhan yang pantas disembah semua makhluk di Semesta, dan tak ada yang lain lagi. Sadarlah para manusia, ingatlah kalau Surga dan Neraka itu ada, apa yang kau perbuat itulah yang kau dapat. Kuatkanlah Iman dan Takwa mu dan cobalah merubah diri sendiri dahulu, carilah ilmu agama dan kau akan dapatkan segala ketenangan. Hidup itu singkat, jangan malu untuk Agama dan buanglah hal yang tak berguna. Dunia itu sementara dan Akhirat itu selamanya, apa kau akan menukar secuil Dunia dengan Surga yang megah. Jangan kau mementingkan Dunia di atas Agama, bawalah kebaikan dalam keluargamu, tegakkan Ibadah pada semua Saudaramu. Revolusi kebangkitan Pejuang Agama pasti datang, dan kemaksiatan suatu saat akan sangat di Hinakan semua Manusia. Sebelum waktu yang ditentukan Tuhan itu datang, segeralah berfikir sejenak untuk Akhiratmu dan cobalah juga memikirkan keselamatan semua orang. Mulailah dari hal yang kecil dari hatimu untuk suatu hal yang besar dalam perbuatanmu, jangan diam saja menghadapi keburukan dunia, hantamlah dengan kekuatan Kebaikan dan kau akan mendapat kemenangan sejati. Dan jagalah setiap perbuatanmu, pandanganmu maupun perkataanmu, itulah yang dapat juga menentukan keberhasilanmu, karena seorang Ksatria yang sebenarnya adalah seseorang yang mampu menjaga pandangannya dari hal yang dapat merusak Imannya.

_Kabut biru akan menghapus keburukan dunia dengan Niat mengharapkan Ridho Allah SWT dan ikhtiar dengan harta dan jiwa_

Seperti Yang Lalu

 Seperti yang lalu

Berakhir sudah mimpi buatan
Dengan satu jarum di atas perasaan
Belum pernah aku temukan
Rasa yang mungkin takkan terulang

Jika aku berlari..
Mungkin bulan kan mengejarku
Beda dengan saat ku mengingatmu
Yang kuharap tak perdulikanku
Jika aku menanti..
Suatu saat apa kau pahami
Rasa cinta yang begitu tak berarti
Ku tak mau berakhir lagi
Dan aku akan terus berharap kematian tak secepat nanti

Apa aku bodoh sejenak memandangmu
Di setiap langkah kau datangi pijakkan ku
Tanpa arah aku menunggumu
Meski aku tau kau lewatkanku

Bila ini yang terakhir kali..
Aku ingin lepaskanmu
Terbang dengan angin yang berlalu
Burung bernyanyi mengikuti jalananmu
Di setiap hembusanku
Di setiap kepercayaanku
Aku menanti satu hal darimu
Jika Intan akan selalu bersinar
Aku pun menunggumu di jalan yang berbeda

Tak ingin aku milikimu
Jika tak dapat menjaga perasaan itu
Aku pun tak pernah mau
Menjadi seperti yang lalu
Kaulah abu - abu impianku

Selasa, 17 April 2012

Surat Untuk Temanku

 Melihatmu termenung di ujung Sana membuatku bimbang, kau hanya terdiam tanpa melihatku, dan aku juga hanya dapat memikirkan segala sesuatu yang akan terjadi sekarang ini. Di sore yang cerah ini kenapa kau tak keluar, banyak anak yang bermain dan mungkin itu dapat membuatmu tersenyum. Jangan pernah bosan untuk melangkahkan kakimu mendekati harapan yang harus kau nanti. Kau suatu saat harus menjadi lebih hebat lagi dari sekarang, dan aku akan selalu menunggumu di jalan yang kan kau lalui. Persahabatan kita seperti layang - layang, walau terus berputar oleh angin tapi kita akan tetap di atas selama kau percaya hatimu. Malam nanti jika kau merasa kesepian aku harap kau tak menemui siapapun, karena aku yakin kau punya Tuhan yang selalu di dekatmu.

  Kapan kita bisa mengulangi saat yang dulu lagi, saat kita masih bisa bermain bersama tanpa khawatir akan terpisah. Tapi waktu akan terus berputar, kita pun semakin dewasa dan akan memulai jalan kita masing - masing. Walaupun berpisah, aku harap kau tak melupakan persahabatan kita, seberapapun jauhnya, ikatan kita akan bersatu suatu hari nanti, saat itu kita akan menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Berjanjilah teman.

  Dan sebelum kita terpisah, saat ini aku masih memikirkan mu, aku tidak ingin kau menyesal dengan segala hitam putih hidupmu. Kau memang yang ke sekian kali cintaku dibawah Tuhan,Agama dan orang tuaku, tapi kau adalah saudaraku, jangan pernah kita saling menangisi kepergian kita. Dan bila kau punya seseorang yang lebih baik dari ku, aku harap kau menjaganya, karena mungkin kau tak akan mendapatkan yang kedua kalinya. Jalan kita memang berbeda, namun jangan sampai Iman kita terpecah, tanpa itu kau akan hancur oleh dosa Dunia yang menyesatkan.

  Hanya Dirimu Satu, yang pernah ku miliki, tanpa kau sadari aku terus menunggumu untuk dapat memahamiku. Aku bukan seorang yang cerdas maupun kuat tapi aku punya keinginan untuk saling melengkapi kehidupan orang - orang yang menyayangiku. Selama kau mengingatku, aku akan terus mengingatmu. Selamat jalan teman, di perjalanan hidupmu yang baru, kita pasti akan bertemu di tempat yang tak kau sadari.

 "FROM YOUR FRIEND"

#Aku punya Sedikit puisi untukmu teman, semoga kau membacanya

Detak suara lagu yang menggema
Mungkin bukan suara hati yang merdeka
Melangkah dengan tangan tak berdosa
Bumi membuat Api kehilangan cahaya
Apakah ini keadilan dan kebebasan kita ?

Mungkin Sepeda tua akan mengingatkanmu
Atas lonceng kecil di atas pundakmu
Sampai mati aku akan menunggumu
Sampai kau tau arti dari kematianku
Jangan bosan menanti pelangi
Cahayanya tak akan meredup oleh misteri
Katakanlah apa yang kau hormati
Karena kau tak tau besok kau akan mati

Persahabatan adalah anugerah
Yang akan membuat jalanmu akan terarah
Aku tak mau kau melupakan agama
Aku takut jika kau akan menderita
Cintailah Tuhan di atas segalanya
Dengan begitu kau akan bahagia.

Hope For World

  Saat aku melihat awan, aku membayangkan betapa luas dunia ini, penuh mimpi yang suci dan saling melengkapi. Terkadang aku merasa puas kepada apa yang aku punya, aku merasa mampu dan bisa, tapi saat itulah aku selalu terjatuh dalam lubang yang tak tampak. Kuanggap Dunia ini kecil, karena aku memang merasa selalu sendiri menghadapi segala masalah, aku tak butuh bantuan orang lain atas apa yang pernah aku lakukan. Aku kecil dan lemah, namun aku merasa hebat saat aku mengingat Allah SWT, saat aku kesepian aku merasa bahagia, saat gelisah hatiku akan menjadi tenang, saat tersenyum aku bisa menangis, karena dalam setiap ibadahku aku merasa Allah SWT selalu bersamaku dan mengawasiku. Andaikan ada yang mengerti aku, aku ingin mengatakan kepadanya kalau aku mencintai Islam dalam hatiku, aku selalu sendirian di Dunia, banyak teman juga tidak ada artinya jika tidak pernah saling memahami.

  Di setiap hembusan nafasku, aku ingin tetap bersyukur dapat terlahir sebagai Muslim, dapat Beriman dan Bertakwa kepada Allah SWT adalah suatu kebanggaan untukku. Namun, di hatiku terkadang terselip rasa sedih saat aku mampu berbuat baik tapi aku tak dapat mengajak orang lain dalam kebaikan. Hatiku begitu sakit mengingat dosa dosa temanku, dan aku tidak bisa berbuat apa - apa untuk melarangnya. Andaikan ada yang mau mendengarkan perkataanku, aku akan menceritakan kepadanya tentang indahnya suatu persahabatan dengan dasar Iman dan Takwa, akan ku ceritakan kepadanya bagaimana pedihnya neraka dan hari kiamat nanti jika kita tak segera beramal sholeh dan meningkatkan ibadah. Mereka semua sampai kapanpun adalah saudaraku, aku tak pernah ingin mereka menyesal, aku mencintai kalian semua untuk agama yang kita jalani.

  Sampai kapan luka dunia akan terus terbuka, jarang ada yang menyadari akibat perbuatan sia - sia yang banyak dilakukan manusia. Apa mereka menganggap Agama hanyalah sebuah Undang Undang yang hanya perlu dibaca, Apa jadinya juga dunia ini tanpa Islam. ISLAM adalah agama keselamatan, Dan kita harus percaya tiada Tuhan selain Allah SWT, walaupun Allah SWT tak dapat kita lihat, tapi Allah selalu dapat melihat, menjaga, dan mengawasi semua manusia. Kita harus malu berbuat dosa, kita harus malu jika tidak menutup aurat dan kita harus sangat malu jika mementingkan secuil Dunia tanpa memikirkan Agama. Jika kita mengaku Beriman maka kita harus mematuhi segala Perintah Allah SWT dan Rasulullah SAW, anak muda yang berpacaran di depan umum itu tak punya rasa malu, begitu santainya mereka berboncengan melewati orang - orang yang melihatnya. Akan jadi Apa Dunia ini, aku ingin membuat sebuah Era yang baru, dimana semua Manusia akan mencintai Dakwah dan Amalan. Aku ingin menyingkiran maksiat di Dunia dan juga kebohongan para pemimpin. Jika ada yang ingin berubah, mulailah dari sekarang, kita tak pernah tau kematian kita, tapi kita harus percaya tentang segala yang sudah ditakdirkan Allah SWT. Marilah kita sama - sama berjuang dengan Islam, aku menunggumu teman.

comment