Selasa, 31 Januari 2012

Cahaya Hati

  Dunia ini begitu gelap untuk dilalui tanpa iman. Kehidupan manusia hanya berisi cobaan dan kesulitan, namun mereka harus bisa menyelesaikannya sendiri dengan ketakwaan dan kesabaran, sehingga Allah SWT akan mempermudah jalan kita untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Tapi terkadang manusia lupa terhadap sang pencipta saat mereka telah diberi nikmat oleh Allah SWT, lalu saat mereka kesusahan, mereka baru mau beribadah dan meminta kepada Allah SWT. Orang - orang seperti itulah yang akan merugi, sesungguhnya Jika kamu mengingat Allah, maka Allah akan mengingat kamu, oleh karena itu seharusnya saat kita diberikan kebahagiaan, kita harus mensyukurinya, dan jika kita diberi cobaan maka kita juga harus bersabar dan selalu berdoa kepada Allah SWT.

 Salah satu cara mengingat Allah yaitu dengan Berdzikir. Dzikir yang biasa kita ucapkan adalah berupa tasbih,tahlil,takbir,tahmid,taubah,istighfar,doa, serta memuji terhadap Allah dan nikmat - nikmatnya. Adapun Dzikir yang berupa ketaan kepada Allah SWT dan selalu meninggalkan kemaksiatan terhadapnya. Yang termasuk Dzikir seperti ini adalah sholat,puasa,haji,zakat dan amal baik lainnya. Dengan Dzikir hati kita akan menjadi tenang, kita akan dapat terhindar dari godaan setan dan juga sebagai pengingat kita kepada Allah. Diantara manfaat Dzikir antara lain :
-Dapat mengusir setan dan menaklukkannya
-Akan mendatangkan Ridho Allah SWT
-Dapat menghilangkan kegelisahan dan kegalauan hati
-Dapat mendatangkan kebahagiaan dan kesenangan hati
-Dapat membuka pintu Rizki
-Akan selalu ingat kepada Allah SWT
-Dapat meringankan kesulitan kita
Dan masih banyak lagi manfaat dzikir yang lain.

   Allah SWT telah menjamin kepada kita, akan ada kemudahan bersama kesulitan, maka apabila kita selalu mendekatkan diri kepada Allah, pasti semua masalah kita akan diberi jalan keluar. Tidak lupa dengan usaha yang sungguh - sungguh dan berdoa. Karena Berdoa juga dapat menghilangkan kesempitan, mencegah kejahatan, membawa kebaikan dan membuka pintu kemudahan. Oleh karena itu seorang hamba tidak boleh meninggalkan doa kepada Allah baik disaat lapang maupun susah.

  Hidup ini sebenarnya begitu indah, kita telah diberi nikmat iman dan islam oleh Allah SWT. Tak ada alasan untuk kita menyerah menghadapi segala permasalahan dunia, kita harus yakin jika setiap masalah pasti akan ada jalan keluarnya. Dibalik kekurangan kita pasti juga ada kelebihan, mengeluh bukanlah pilihan untuk kita, kita malah harus selalu bersyukur atas apa yang diberikan oleh Allah SWT.

# Allah SWT berfirman yang artinya : "Orang - orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan dzikir (mengingat Allah). Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." <Ar-Ro'd 13 : 28>

Minggu, 29 Januari 2012

Puisi "Pedang Bermata Dua"

Pedang Bermata Dua

Suara pedang yang menggetarkan iman
Begitu tajam dan penuh keberanian
Tak pernah kalah oleh ketakutan
Hidup atau mati bukan suatu pilihan
Hingga Malaikat Pencabut nyawa akan diturunkan

Laksana Kuda yang berlari kencang
Pedang ini siap menghunus sang rembulan
Yang Tak siap akan tersingkirkan
Bersama mata pedang yang teralihkan
Para penyair seakan merasa dibutakan

Saat perang besar dikibarkan
Landasan Islam begitu diperjuangkan
Hingga mati pahlawan Akan bersemi
Mati indah bersama cahaya Matahari

Hingga Malam begitu gelap gulita
Agama Allah tetaplah segalanya
Pedang terakhir belum tergoreskan
Dalam luka dosa yang dipertanggung jawabkan

Hidup kita berakhir di padang pasir
Sisa sejarah yang takkan dilupakan
Pedang bermata dua sebuah jati diri
Menghapuskan dosa yang ditulis oleh setan




COVER

Sabtu, 28 Januari 2012

Puisi "Sayatan Kebisuan"

     Sayatan kebisuan

Aku sedih menatap langit
Biru terungkap tiada tawa
Ingin jiwa lupakan sakit
Dosa bersemi berujung dusta

Lambaian angin begitu sedih
Membawa ingatan yang terlupakan
Batu hitam mulai frustasi
Lenyapkan senyum bagi semesta

Luka,sakit dan Kecewa
Tak mampu jiwa menghadapi sang kuasa

Lewat puisi angin bercerita
Mendongeng sebuah malapetaka
Mimpi membisu semakin terbuka
Teringat ayah membelah samudra

Bibir ini tak mampu bicara
Diam membisu menerkam kata
Luluh lantah angin bertanya
Kami diam menghadap lentera
Menunggu kesaksian lama terbuka

Daun berguguran tandai catatan
Menuliskan surat bukan untuk Tuhan
Lambang bersemi susah terungkap
Hadapi ranting penuh taubat



COVER

Sabtu, 21 Januari 2012

Luapan Tak Berguna

    Berdiam diri di atas keheningan malam terkadang menghanyutkan, seperti beban yang mulai menghilang dari pikiran kita. Sayatan waktu begitu kejam, merasa diri kita yang terkuat namun tak bisa mengendalikan waktu. Perpecahan hati membuat bintang terindah seakan kehilangan cahayanya, bersama bulan mereka akan saling meludahi. Api amarah pun sangat mudah dikobarkan, nyawa menghilang begitu menyenangkan, kebencian sesaat begitu tidak berguna. Saat kita bersulang, aku berfikir kalau kita saudara, tapi apa yang membuat kita terpisah teman ?. Lubang di hatimu itukah yang membutakan jalanmu, apa kau salah pilih kepercayaan. Aku begitu ingin mengajakmu mengikuti agamaku, pelampiasan yang berakhir penyesalan akan menghilang dari hidupmu. Dan bersama kita akan mampu meluruskan jalan yang tak tentu arah.

  Kompas hati akan menuntunmu bersama keadilan, menuju sebuah titik puncak yang begitu menakjubkan. Bagaikan membelah keheningan, kita akan mampu saling menjaga saat kita bersatu. Luapkan emosimu, namun jangan pernah kau ikutkan setan dalam perkataan hatimu. Ini suatu kebebasan untuk manusia, setan keparat akan kebingungan, bingung melihat aksi manusia yang semakin menggetarkan dunia. Kunci borgol akan mengikat persaudaraan dunia, beserta anjing dan hewan peliharaan Dewa.

  SARA itu lebih indah dari kepala presiden yang berkilau, kenapa manusia selalu mempermasalahkannya. Jiwa dan segalanya begitu mudah dihancurkan saat semua orang saling membenci keluarganya. Kuburan Ibu juga bukan lagi tempat untuk sembunyi, melainkan sebagai tempat harga diri yang terlupakan. Anak liar itu pantas dimakamkan bersama gitarnya, mencoba menjelajah dunia namun dengan jalan yang pengecut. Lambang Tanpa batas jangan sampai tergores luka, hanya karena sebuah perbedaan yang tak berguna.

   Sampah rasis jangan kau daur ulang, itu sisa makanan dari orang yang tak tau dosa. Rumah kaca harus kita pecahkan, atau dunia akan benar - benar runtuh oleh bayangan kelam yang menghadang. Genosida tidaklah pantas disebut peristiwa, itu hanya sebutan untuk manusia yang tak punya mata untuk melihat hati. Begitukah caramu membuang rasa marahmu bajingan, dengan mengikat anakmu pada sebuah tiang yang terbakar. Tak pantas akan terbuang, Kepercayaan sesat akan di luruskan, hingga tegak sampai matahari terbenam. Kita memang bodoh dan serba salah, jangan kita keluarkan rasa salah kita kepada orang lain yang tak berdosa. Inilah kekuatan jiwa yang terakhir, walau tanpa sadar namun hanya kita yang mampu memulai dan mengakhiri kesalahan di Dunia. Sampai kiamat itu datang, kita harus terus menantang Dunia, kita injak - injak kotoran yang tidak berguna. Agar kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan, yaitu mati bersama kemuliaan.

Yang Terakhir Belum Berakhir

 Buku catatan akhir kehidupan mulai terpendam, hanya menyisakan kenangan tak berguna yang terlahir dalam hati manusia. Kotor dan tidak terawat begitulah akhir kehidupan seseorang, diam sendiri bersama dinginnya penyiksaan. Mereka menunggu hari pengadilan tanpa bisa bercanda, langit pun bahkan menolak mereka yang murka kepada dunia. Kebaikan masih terus diperbaiki semua orang sambil berharap kehidupan akhirnya akan terus ditangisi yang tertinggal. Lama berbuat juga tidak menghasilkan apa - apa, saat manusia hanya bekerja mencari dunia, tanpa pernah berpikir siapa yang menciptakannya. Kesepian ditinggal sang penjaga yang terus mengukir luka di hati manusia yang telah berakhir, lelah pun pasti ikut menenggelamkan tubuhnya dalam kesengsaraan. Semoga tangis tak membawa panasnya penyiksaan dalam kubur terindah mereka.

  Jantung semakin remuk oleh alam, ingatan akan semakin hilang dan menjadi bayangan mereka sendiri. Saat mereka mengaku punya teman baik, kekasih, orang tua dan keluarganya namun di saat terakhir hanya akan ada amalan yang setia menemaninya. Bagai mata pisau yang terasah, penyiksaan di Akhir begitu berat dari perasaan depresi dunia, Malaikat tidak akan sungkan mengayunkan tombak penuh dosa kepada sang terakhir. Hidup tidak, mati pun juga tidak, itulah hadiah dari perbuatan buruk manusia selama dia hidup bersama nafsu setannya. Lama tersimpan semuanya pasti akan membusuk, begitulah mimpi setiap nyawa manusia. Tanpa usaha dan doa setiap mimpi akan menjadi busuk dalam pikiran mereka. Lama kelamaan Sifat egois dan saling membencia juga akan merusak kaca iman yang ada di depanmu, tanpa kepercayaan yang kuat mungkin akan banyak orang yang tersesat. Orang - orang di Dunia yang mengaku dirinya paling cerdas dan hebat namun pada akhirnya mereka tetap takut mati, apa mereka takut kehilangan dunia mereka ataukah takut sendiri dalam penyiksaan. Memang benar manusia makhul yang paling hebat, manusia berani merokok, mabuk - mabukkan, berselingkuh, berzina, saling membunuh, tapi mereka semua malah takut akan kematian kejam yang mendatanginya. Jangan berbuat murahan begitu manusia, takutlah mati saat kau merasa agamamu belum benar, dunia ini hanya titipan dan agamalah yang akan menjaganya agar yang kau miliki tidak menipumu.

   Peti mati itu hanya sampah yang memenuhi kuburmu, bukan masalah apa yang akan membungkusmu nanti, semuanya akan sama di akhir. Amal akan menjadi racun manusia, apa yang dia perbuat itulah yang dia dapat. Putih hidup tidak akan selamanya indah, terkadang hitamnya hati akan mendatangi jiwa - jiwa yang selalu bimbang akan hidupnya. Jika saat ini kita akan mati, jangan pernah kau berpaling kepada siapapun, tujuan kita hanya surga. Kehidupan begitu berat namun akhirnya akan ada kecerahan, Hidup ini tidak pernah berakhir sampai pengadilan itu datang. Jangan kau lepas sesuatu yang kau anggap benar, karena semuanya tentang kepercayaan.

Puisi "Serpihan Tanpa Putus Asa"

 Serpihan tanpa putus Asa

Jiwa tertanam tanpa bakat
Tak berakar ingin terpecah
Dalam malam aku bertakbir
Air mata yang tak terukir
Sunyi, Sesat dan tanpa arah

Aku hanya tamu sesaat
Tanpa pernah dihormati
Aku dihina. .
Aku diremehkan. .
Aku direndahkan. .
Dalam hati hanya terdiam
Bersabar tanpa keputus asaan

Wajah buruk kan terpandang
Tanpa sinar kan terucap
Pikiran murka akan dunia
Hilang sudah sakit dalam hati
Terbawa bersama angan terakhir

Aku ini Bodoh Tuhanku..
Aku ini Buruk Tuhanku..
Rasa sedih terkubur dalam nisan
Hanya berdoa menghadap sang Ilahi

Bantu aku berlari
Mengejar kepercayaan hati

Doaku lemah padamu. .
Pada Sang kuasa yang menunggu
Buanglah kemarahanku Tuhan
Agar aku mengerti kesulitan hidupku


COVER

Puisi "Trisula Penuh Makna"

  Trisula penuh makna

Ketika jantung tak terambang
Bagaikan pilu di lubuk hati
Api maut pun menerjang
Yang akan luka meski abadi

Trisula tajam tak berduri
Ini bukan sebuah mimpi
Waktuku hilang..
Selamanya akan berbayang

Makna tak bisa sembunyi
Ikatan mulai terpecah
Angin datang terus berganti
Bawalah marah yang tak terucap

Salamku mengingatkanmu
Atas hina yang ku dengarkan
Aku takut tak terlarut
Malam hilang tak akan datang

Cerobong asap tak bertuan
Siapakah Tuhanmu itu
Berlari pun kau tak peduli
Hingga batu hitam akan terlelap

Hati tertancap kan sendiri
Hanya trisula yang kan kau temui


                                                                          COVER


Selasa, 17 Januari 2012

Puisi "Lonceng Tersembunyi"

 Lonceng Tersembunyi

 "Sebuah Puisi Harapan manusia yang tertunda"

Betapa hancurnya harapku ini
Mengalir darah penuh harapan
Aku bosan terus berdiri
Hanya berdiam menunggu kematian
Takdir mungkin takut sendiri
Kesepian bersama yang terbuang

Rasa sakit menghujam mimpi
Rantai tajam pun mulai digunakan
Kebencian sudah menusuk perih
Hidup hanya menunggu sang pahlawan

Lonceng jiwa mulai berjatuhan
Datang dari segala kemungkinan
Ini hidup penuh penghapusan
Bersama juga tak akan menang

Jiwa muda penuh penyesalan
Apa dosa membuatmu terpendam
Ini bukan sebuah pertunjukkan
Hanya harapan yang putus asa
Ingin tersenyum juga menyakitkan
Lebih baik diam menunggu pengadilan

Hidup bukan lagi yang terbaik
Jika hanya dunia yang kau miliki
Jangan kau harap untuk melayang
Ini Dunia penuh kebusukkan

Moral tinggi sudah terlelap
Menunggu lonceng yang tersembunyi
Mungkin kebebasan tak berguna
Namun takdir akan terus mengikuti

Takutlah kau kepada Tuhan
Tak perlu kau bersumpah dengan namanya
Senjata terdiam tak ingin mengerti
Walau berantai namun tak mau berlari

Cobalah untuk menghias hati
Tak tampak tapi dapat dirasakan
Ilmu ku tak seluas langit tinggi
Matahari pun juga perlu kesabaran

Saat takdir tak bisa kau bentuk
Namun berusahalah merubahnya
Kemarahan akan selalu menunggu
Hingga kau dapat mencegahnya

Bersulang dengan pasir waktu ini
Aku duduk tak ditemani
Lampu terang juga akan menerangi
Semua harapan yang datang kemari



                                                                             COVER

Sabtu, 14 Januari 2012

Perang Dunia 3

Saat semua orang lebih memperjuangkan kebenciannya dan kepentingan pribadi, maka saat itulah perang akan dimulai di Dunia.

   Ketakutan yang ditunggu rakyat akan datang suatu hari nanti, bagaikan kiamat kecil yang mendatangi umat di seluruh Dunia. Akan banyak Ras dan Suku yang dihabisi oleh kebencian manusia yang mengaku membawa nama keadilan. Lama - kelamaan Perang bukan lagi untuk melindungi suatu wilayah atau negara, tapi mereka yang terlibat saling membunuh untuk melindungi dirinya sendiri. Keselamatan tidak lagi diperdulikan, senjata nuklir akan menjadi pembuka utama penghabisan manusia tersebut.

    Pesawat tempur terus saja meluncurkan roket penghabisan yang akan menghancurkan 45 % wilayah dunia. Suara peluru hampir tidak akan habis, ranjau akan disebar dimana - mana, bahkan dibawah kaki sekalipun. Kapal perang terus berdatangan tanpa henti, dengan jutaan pasukan yang diturunkan untuk menghancurkan yang ada di depannya. Anak kecil dan perempuan akan ikut berperang melindungi wilayahnya, bersama laki - laki yang bertempur memperjuangkan kebebasan.

    Akan ada 4 Negara Utama yang mengendalikan perang, semuanya memiliki senjata yang lebih mematikan dari yang pernah ada. Negara yang tidak mau berperang tetap akan berjuang mempertahankan kemerdekaannya. Suasana tenang hanya akan ada saat adzan telah terdengar, malam hari akan ramai bagaikan ramainya pasar di pagi hari. Tidak akan ada yang bisa tidur dengan tenang, bayi - bayi pun akan meramaikan suasana penghabisan.

   Hampir 78% negara dari seluruh dunia akan berjuang sampai kata merdeka di perdengarkan. Keserakahan dan kekuasaan di dunia akan diperebutkan. Tidak akan ada perdamaian sampai pemenang perang puas menghabisi musuhnya, bersama mayat yang bergelimpangan mereka akan menari. Kerugian harta benda dan nyawa tidak akan bisa dihitung, butuh 8 tahun untuk memperbaiki kerusakan di suatu negara. Lembaga perdamaian akan dibingungkan saat itu, tidak ada lagi yang dapat diandalkan, mereka akan membangun lagi dunia yang telah dilalui kekejaman manusia.

  Akan banyak yang menyesal setelah perang itu berakhir, kesedihan adalah hal yang wajar bagi mereka. Kehilangan keluarga tercinta dan semua teman akan menjadi penghancur jiwa terberat. Mereka yang mementingkan pribadi malah akan hancur karena kehilangan segalanya yang dia punya. Tapi, kecerahan akan datang seminggu setelah perang berakhir, semua senyum wajah akan terlihat kembali. Dunia akan mengalami masa pembangunan besar - besaran. Perdamaian akan mulai dikibarkan di atas gunung tertinggi, bersama sejarah terburuk yang pernah diciptakan manusia.


"besok perang akan datang, saat kepercayaan hati akan menghilang, dan kekuasaan akan menjadi segalanya bagi manusia"

ini bukanlah sebuah kenyataan yang akan datang, hanyalah opini tentang penghancuran dunia yang dilakukan oleh sebagian besar negara di dunia.

Harapan tak terbuang

   Waktu terus mengikuti mimpiku, tak akan ada yang berubah walau kehidupanku terus berlalu, pelarian yang dulu aku perjuangkan sekarang hanya tinggal debu yang akan di ingat perasaan dingin manusia. Putih rambutku tak membuat rapuh jiwaku, masa yang akan datang akan kujalani tanpa rasa menyesal pernah dilahirkan. Bukti kekuasaan Tuhan dan bukti Kekejaman manusia sudah pernah aku lewati, perjuanganku bersama masa lalu tidak akan menyertai semangat anak muda jaman sekarang. Masa Tua akan aku penuhi tanpa tetes air mata yang berlebihan, hanya perlu aku menangisi rasa cintaku pada anak cucu yang lebih berharga dari hidupku.

   Saat Mataku pun tidak bisa melihat, hanya panas matahari yang bisa aku rasakan.  Hari - hariku berisi kegelapan yang abadi, tangisan anak kecil adalah sebagian hal yang dapat meramaikan hidupku. Berkali - kali aku terjatuh dalam perubahan yang tak aku lihat, berkali - kali juga pengalaman yang tidak sengaja aku dapatkan. Pagi hari aku berdiam menunggu cahaya kebebasan, kekosongan akan benar menghilang saat banyak orang mulai mengharapkan pertolonganku.

    Kini hanya tongkat kecil yang selalu menemaniku melangkah, melangkah menuju kegelapan yang tanpa ujung menutupi arah takdirku. Semua temanku satu persatu menghilang karena umur, semakin lama semua yang aku rasakan di masa muda juga ikut pergi dari dunia ini. Tapi aku tidak pernah lelah menunggu, kematian tidak akan aku harapkan jika Tuhan tidak pernah menghendakinya. Aku ingin tertawa bersama semua, menceritakan semua kisah yang pernah aku rasakan. Walau pendidikan tidak aku dapatkan, namun aku hanya berharap generasi yang akan datang akan lebih cerdas dariku. Negara yang bodoh ini semoga tidak melahirkan cerita yang membosankan. Aku dan semua sejarahku hanyalah sisa - sisa dari jaman yang telah berlalu. Di masa tua ini aku ingin Berlari mencari sebuah tempat ibadah, untuk berdoa dan sebagai bekal ku menuju pengadilan tertinggi, suatu saat nanti aku mengharap bertemu keluargaku, keluarga yang telah memberiku kasih sayang sampai aku akan menutup mata nanti.

   YA TUHANKU.....
Ampunilah dosaku ini, dosaku dibawah langit dan bumi yang ku lakukan, berikanlah hidayah kepada semua keluarga yang menjagaku, semua yang menjagaku saat aku terjatuh, semua yang mengharapkanku saat aku menjadi debu bagi dunia.

YA TUHANKU. .
Berikan aku mimpi, mimpi untuk mengasihi orang yang membutuhkan. Berikan aku kekuatan untuk berlari saat mataku tak dapat melihat lagi. Dan bawalah semua ingatanku di Alam kubur nanti, untuk menjadi teman pendamping menunggu Akhiratmu.

YA TUHANKU. . .
Jangan bawa aku pergi, saat banyak orang yang menangisiku. Aku memang tidak berguna dan menyusahkan, tapi aku ingin mengucapkan terima kasih kepada semuanya. jika aku menutup mata, aku akan bermimpi dalam tulangku, semoga kita dipertemukan lagi nanti.
AMINN..

"AKU BERJANJI, SESAKIT APAPUN YANG AKU HADAPI, AKU TIDAK PERNAH MENYESALI HIDUPKU"
salam hangat dariku 'mbah Ning'

Senin, 09 Januari 2012

Other Time

kejadian yang belum terungkap di Dunia memaksa sebagian orang untuk menyelesaikannya, tanpa sadar mereka juga berusaha mengubah takdir yang tak pernah dilakukannya. Kebangkitan semua kebencian belum dimulai, tapi perlombaan senjata adalah persiapannya, persiapan untuk mengakhiri semua Ras yang ada di Dunia. Pembohong mulai menggapai mimpinya, bersama keluarganya mereka mencoba mendustai ajal yang datang kepadanya. Tak ada kesungguhan tanpa diawali niat, tak akan ada yang dipecahkan sebelum ada misterinya. Tanpa sadar manusia terus berlari menjauhi waktunya, tanpa arah juga mereka mencoba membuang masa depannya. Cobalah menutup matamu saat ada lilin di depan mu, cahayanya tidak akan hilang namun tubuhnya akan mencair. Seperti itulah keyakinan manusia, saat mereka terus diam mereka tetap akan terus hidup,namun hatinya lama kelamaan akan hancur.

    Waktu terus berjalan dengan arah yang ditentukan, waktu tidak pernah membuang detik - detik berharganya. Manusia yang ceroboh selalu membenci waktu, mereka berfikir akan hidup selamanya dan apa yang dia inginkan suatu saat akan datang lagi. Tapi, manusia semacam itu tidak pernah beruntung di akhir, waktu akan menghabisinya sampai sedalam rasa sedihnya. Hanya satu waktu yang kau datangi dan hanya ada 1000 ketentuan yang bisa kau hadapi. Menyerah kepada takdir dengan bunuh diri bukan sebuah solusi untuk menyelesaikan mimpi. Burung yang berdiri tak akan sanggup terbang tinggi, seperti manusia yang tidak mau berusaha dalam hidupnya.

    Banjir terus menenggelamkan generasi kesehatan, yang tak mampu bertahan akan berenang, di saat itulah ketenangan paling diperlukan. Saat kutub utara mencair, beruang pun akan menangis kesakitan, merasakan panasnya dosa manusia yang mencairkan rumahnya. Suatu hari nanti tidak akan ada lagi yang mengulangi masa lalu, mengulang hanya untuk yang terjatuh di waktu yang sama. Lubang hitam akan mencampuri segala urusan, tak ada lagi maaf dan tak ada lagi cinta saat keabadian waktu juga mengikuti kegelapan.

Tak ada yang mampu mengatur waktu, waktu hanya tipuan masa depan yang saling bersangkutan. Hanya hati cerah kita yang akan menuntun

comment