Sabtu, 08 Desember 2012

Sesuatu Yang Terlupakan


  Dengarlah hai anak, apakah kau ingat bagaimana kau dilahirkan, tak ingatkah kau bagaimana perjuangan ibumu yang selalu melindungimu dalam perutnya yang mulia. Wahai anak, sadarkah kau bagaimana saat kecil orang tua mu selalu mengucapkan kata kata yang halus untuk membuatmu tersenyum, tapi entah kenapa saat dewasa kau mengucapkan perkataan yang keras di hadapan orang tuamu. Masih punyakah kau adab wahai anak yang terlahir di Dunia tanpa dosa, Tuhanmu menciptakanmu tak pernah ada sia - sia. Kenapa waktu seakan mengubahmu, kenapa waktu seakan membuatmu berlari dari kenyataan dunia ini hai Anak. Manakah perasaan hormatmu yang dulu Ayah ibumu ajarkan kepadamu.

  Seandainya langit dapat kau genggam, semua itu tak dapat membuatmu membalas budi baik ibu selama kau terlahir sampai meninggal, dan taukah kau kalau hanya perbuatan baikmu kepada semua hal yang dapat membalasnya. Dan ketika kedua Orang Tuamu itu berkata kepadamu, maka diamlah hai anak, dengarkan dan turuti apa yang keduanya katakan, seandainya perkataannya buruk maka bantahlah dengan tegas dan lembut. Janganlah seorang anak berkata lebih keras dari orang tuanya, bertutur lembut itulah yang sepantasnya anak lakukan. Jika pada suatu waktu engkau sibuk hai anak, lalu ibumu datang menyuruhmu, maka tersenyumlah dan katakan "Iya Ibu, aku akan melakukannya", janganlah kau menolak dan mengabaikannya. Tuhan telah melarang engkau bermuka masam di hadapan siapapun, khususnya kedua Orang Tua, perasaan keduanya dan anak adalah satu, sedih senang akan selalu bersama merasakan.

  Di malam yang begitu sunyi, ingatkah kau anak bagaimana dulu Ibu menjagamu dari gangguan yang dapat membangunkan tidur indahmu, tangisanmu bagaikan biola yang menjadi pelipur lara bagi hati seorang yang mulia. Dan saat engkau sakit, bukankah ayahmu bersusah payah mencarikan obat untukmu, di bawah panas matahari, dengan semangat ayah berjuang demi kesembuhanmu, jika engkau tau bagaimana kesedihan ayahmu saat kau sakit, mungkin air matamu tak akan cukup menggantikan kecemasan ayahmu hai anak. Saat engkau mulai dewasa, tak ada hal yang paling bahagia bagi orang tua kecuali melihat anaknya rajin belajar dan menghormati orang lain, Maka jika kau tak lupa  Doakanlah keduanya seusai kau beribadah, mintakanlah ampunan bagi keduanya, mintakanlah kesehatan, umur panjang dan kebarokahan bagi keduanya.

  Ridho Kedua Orang Tua adalah Ridhonya Allah, dan murkanya orang tua adalah murkanya Allah, maka jagalah segala perbuatanmu kepada orang tua wahai anak, jangan pernah kau berkata buruk di hadapan keduanya, janganlah pula kau bertingkah buruk didepannya, sungguh memuliakan orang tua adalah sesuatu yang dapat membuatmu sukses dalam segala hal. Cintailah selalu keduanya, namun jangan lupa bahwa segala yang engkau cintai pasti akan pergi, dan sebelum keduanya pergi sudah sepantasnya kau membuat sesuatu yang indah yang akan selalu di ingatnya di alam yang lain nanti. Sungguh kebahagiaan bersama orang tua tak dapat dibandingkan dengan apapun, maka bersyukurlah kalian wahai anak yang masih mempunyai keduanya, Hormatilah, taatilah, dan muliakanlah keduanya, buktikanlah bahwa engkau adalah anak yang dibanggakan kedua orang tuamu.

  

Jalan Indah


    Di saat pelangi mulai bersinar hitam, kemanakah kau akan menuju sahabatku, dengan sepeda manis penuh ingatan apakah mungkin kau akan tesesat, jika itu terjadi padamu maka tengoklah ke belakang, dan berharaplah seseorang yang kau cintai akan selalu ada di belakangmu. Segala yang pernah kita lalui janganlah sampai membuat kita tak mau berpisah, semua kisah indah kita dahulu simpanlah dalam kantong kecilmu, agar kau tetap bisa membawanya di antara kisah-kisah saat dewasamu. Angin terus menuntun kita menuju apa yang kita inginkan, jika kau takut dengan angin yang akan semakin kuat maka tutuplah matamu dan rasakan dalam hati, dan ingatlah bahwa sudah saatnya kita memulai perjalanan sendiri, aku dan kau punya jalan masing masing, maafkanlah aku jika aku tak bisa meraih tanganmu saat kau terjatuh nanti, karena aku pun tau bahwa kau punya penolong yang lebih indah dariku. Dalam gelap malam yang bercerita, apakah kau tau sahabatku, aku adalah bintang dan kau adalah bulan, kita akan semakin berbeda namun dari awal sampai akhir kita berada di tempat yang sama, teruslah bersinar tanpa melihatku, aku pun akan terus berlari untuk bisa menjadi terang sepertimu.

   Suara yang menghanyutkan segala kisah, tak kusangka ku mendengar tangisanmu dari balik tembok yang pernah kita bangun bersama, saat ku mencoba mendatangi tangismu entah kenapa hanya ada bunga-bunga yang tersenyum manis padaku, dan aku tau bahwa segala kesedihanmu akan membawamu menuju kebahagiaan yang sebenarnya. Sedikit demi sedikit air mataku menetes dengan sendirinya, lalu ku coba memandangi gambar dirimu yang pernah kau tinggalkan untukku, sebisa mungkin aku akan terus mendoakanmu dalam setiap tetesan tangisku, agar kau pun tau bahwa mencintai tak selamanya harus bersama. Waktu akan terus mengubah segalanya, dan jika kau pulang kepadaku maka katakanlah dengan hatimu bahwa kau kembali bukan untuk mencari masa lalumu, tapi katakan kalau kau kembali untuk menyempurnakan kisahmu dahulu. Dan aku akan menantimu di tempat terakhir kita bertemu.

   Kematian akan terus mengejar kita sahabatku, siapkah kau jika suatu saat kita dipisahkan oleh maut, dan bila itu terjadi maka kita harus saling tersenyum dan melambaikan tangan, dengan begitu tak akan ada penyesalan di antara kita nanti, dan doa adalah suara yang paling indah untuk kita. Berjanjilah di antara saksi bisu persaudaraan kita, bahwa kita hidup di dunia untuk memenuhi janji kita kepada Tuhan saat kita dalam kandungan, dan ingatlah bahwa janji itu “Tiada Tuhan selain Allah”, jika ada yang mengajarimu yang berbeda dari itu maka tutuplah mata dan hatimu, dan tolaklah dengan segala keberanianmu.

   Sedikit mengingat kisah akan membuat kita tau bagaimana kita hidup saat dewasa nanti, janganlah lihat aku dengan mata terbukamu, karena aku berharap kau bisa melihatku dengan mata tertutupmu aku hanya ada dalam hatimu sahabatku, selamanya pun akan tetap begitu. Selamat jalan dan ucapkan salam kepada masa depan, aku sekarang di depanmu dan masih menantimu, semoga jika kita bertemu kita akan lebih hebat dari sebelumnya, percayalah dengan hatimu.

Pasung Jiwa


              Hari-hari di Kota hanya mendengar ratapan rakyat jelata yang tak pernah terbungkam, entah tak sudikah para raja menyuapi sebutir nasi untuk mereka. Sepercik cahaya matahari tak membuat bersinar para penghuni lorong kesengsaraan, bagaimanakah jika malam telah tiba, mungkin wajah wajah itu bagaikan kucing hitam yang di abaikan. Wahai jiwa yang terkunci oleh keputus asaan, jika lautan dapat kau pindahkan sekalipun semua itu tak ada harganya jika kau tak punya keyakinan. Tuhan punya rencana atas segala yang terjadi, tak akan ada sesuatu yang di coba melebihi kemampuannya, dan ingatlah jika Tuhan selalu memberikan kemudahan setelah kesulitan. Untuk itu teruslah berdoa dan berusaha wahai Jiwa yang Terpasung oleh kesedihan.

     Di siang hari Kuda berpacu dengan kencang melintasi bebatuan yang membakar kulit, lalu kuda itu berkata kepada setiap manusia yang ditemuinya di jalanan, "Hai manusia, kenapa kau hanya diam disaat tanah semakin menggulungmu, seandainya kau tau bagaimana rasa penderitaan dunia, maka kau akan terus berlari sepertiku walaupun tulangmu hancur oleh pasir". Ketika itu matahari pun seakan mengangguk, melihat sikap perjuangan makhluk lemah yang menasehati puluhan makhluk kuat yang berputus asa.

  Hujan sehari dapat menghapus panas setahun, satu tusukan lidah dalam hati dapat menghapuskan suatu persahabatan seumur hidup. Orang orang yang terlelap mulai membuka lembarannya, berharap fajar tak mengambil sisa harapan yang berada di alam. Angin berlomba menakuti para ilmuwan, memperlihatkan bagaimana secerdas cerdasnya manusia tanpa Tuhan mereka hanya kosong. Jembatan yang terbuat dari sebatang bambu segeralah kau sebrangi, entah kapan satu kemudahan itu dapat sewaktu waktu hilang. Berusaha adalah pengamalan sedangkan Ilmu adalah kekuasaan, menyerah sebelum mencoba sama artinya dengan mati tanpa hidup. Anak panah tidak akan meleset jika dia tau arah sasarannya, dan bilapun anak panah punya mata, tanpa seorang pemanah yang cerdas tak ada gunanya seribu panah yang seperti itu. Pasung batu tak lebih baik dari pasung tali jika tak seorang ahli yang memasangnya, dan saat hatimu terpasung oleh kesedihan maka kuncinya adalah cinta dan jika jiwamu terpasung kegelapan maka kuncinya Adalah Iman kepada Tuhan.

  Di antara kumpulan bintang di langit, rakyat harus tersenyum dengan bangga walaupun menderita, sebentar lagi Tuhan akan memberikan sebuah keindahan kepada semua yang bersabar. Dan para pendusta akan di butakan matanya dari cahaya, semakin mereka bertingkah akan semakin gelap baginya cahaya. Dan di akhir waktu Aku yang berada di bukit antara harapan dan kesengsaraan akan selalu menunggu, keadilan yang datang di hari esok.

comment