Rabu, 05 September 2012

Biografi Waktu


Antara kau dan Selembar pertanyaanku
 
Di manakah kau sekarang sahabatku, gelap malam benar telah menghalangi pandanganku kepadamu, dan aku harap malam tak pernah berakhir,agar tak akan pernah ada pandangan dosa dalam persahabatan kita. Bunyi suara ketukan pintu di depan rumahmu apa kau masih mengingatnya, aku selalu memanggil namamu dengan lembut dan kau selalu membuka pintu harapan untuk menolongku. Tetapi suatu ketika aku memanggilmu untuk yang ke sekian kalinya, kenapa kau tak menjawabnya lagi, kemanakah kau saat itu sahabat, apakah kau benar benar pergi jauh dari tempatmu dulu?. Kapankah kau mau menemuiku lagi, aku takut jika suatu hari kau ganti memanggilku tapi aku tak pernah bisa menjawabnya selama-lamanya. Semoga hatimu menjawab panggilan yang ku teriakkan dari dalam hatiku, karena aku ingin selalu mengingatkanmu betapa menipunya kenikmatan dunia ini.

Sahabat yang kucintai, sudahkah kau temukan seorang teman yang kau cintai melebihi sahabatmu di masa yang lalu. Apakah kekasih yang selalu kau sayangi itu lebih baik daripada teman kecilmu??. Renungkanlah dengan hatimu semua kegembiraan yang kau dapatkan di masa mudamu sekarang, aku punya beberapa pertanyaan untukmu :
1.Sejak kapan pujaan hatimu mau menyatakan cintanya kepadamu, kau sudah lama mengenalnya tapi kenapa baru saat kau menjadi lebih indah dia baru mau menyatakan cintanya??
2.Seandainya kau sangat lebih buruk dari dirimu yang sekarang ini, apakah akan banyak orang yang mulai mendekatimu seperti sekarang ini??
3.Apakah pernah teman curhatmu,teman smsmu,teman yang selelu mengajakmu pergi bermain,teman yang sering mengajakmu mengobrol di kelas itu mengajakmu untuk pergi ke masjid atau untuk pergi mengaji??

Lalu putarlah ingatanmu lagi, kami sahabat masa kecilmu selalu senang dengan segala keadaanmu, kami berteman denganmu sejak kau belum memiliki rambut sampai rambutmu seindah ini, apakah kau pernah mendengarkan kami menyatakan cinta kepadamu?, tidak akan pernah. Sahabat sejati mencintai bukan dengan ucapan belaka, tapi dengan saling menjaga,menghormati dan saling mengingatkan untuk berbuat baik dan beribadah. Coba hitunglah sekarang dengan jarimu, berapa jumlah temanmu yang seperti itu, bukankah kebanyakan dari mereka hanya mengajakmu ngobrol,bermain dan makan makan, apakah itu pertemanan yang kau impikan.

            Lalu apakah kamu tidak merindukan seorang pahlawan kecil yang tidak pernah bosan memanggilmu untuk mengajakmu ke masjid, dalam kesenyapan pagi dia selalu ingin mengajakmu, dalam kegelapan malam pun tak lupa mengingatkanmu. Dia akan selalu tersenyum walaupun kadang kau menolaknya. Semua kenangan itu harusnya akan selalu kau ingat, kita semua pernah terjatuh, kita semua pernah berada di bawah orang lain, tapi kita tidak pernah saling menghina. Apakah kau sadar, kita bukan sekedar teman kecil ataupun sahabat, kita ini adalah saudara yang saling membutuhkan. Tak peduli seperti apa dirimu, tak peduli seperti apa masa depanmu, kami akan berusaha ada di dalam hatimu. Dan jangan lupa, di tempatku ini akan ada banyak senyum ceria para pejuang di masa depan nanti, dan aku dan kamu adalah guru bagi pejuang itu. Aku menunggumu di bawah bendera Islam untuk berjuang menghancurkan segala keburukan.

    “SELAMAT ULANG TAHUN TEMANKU”, apa mungkin kalimat ini bisa kuucapkan langsung di depanmu. Bukankah kita biasa berpesta ala rakyat biasa setiap merayakan ulang tahun, mungkinkah kita mengulangnya lagi tahun depan kawan?, alangkah indahnya waktu itu.

    Di masa lalu, seberapa banyak hal yang kau ingat, banyak tawa dan sedih di setiap perjalanan kita. Kita adalah sahabat yang saling menanti. Masihkah kau ingat saat dulu aku menunggumu pulang mengaji, saat itu aku belum bisa naik sepeda dan berjalan sendiri menunggumu di perempatan masjid, tak ku sangka ayahmu sudah menjemputmu dahulu dan kau pasti tau kan kelanjutannya??

    Temanku, sudah sadarkah engkau selama ini, bahwa adikku sangat menyayangimu, tak ada teman adikku yang paling aku cemburui kecuali engkau. Dia selalu ingin mengajakmu kemanapun dia pergi, dan kau selalu ada untuknya di saat ku tak ada. Dan dulu, apa kau ingat saat kita lomba panjat pisang di belakang rumahku, alangkah aku ingin mengulang saat adikku naik ke puncak pisang dan akhirnya pohonnya tumbang, betapa kebingungan dirinya saat itu. Mungkinkah kita bisa mengulangnya. Waktu akan menjawablah. Kita harus bersabar dengan senyum rindu sahabat.



“Tidak akan kutukar 4 orang teman terbaikku sepanjang masa dengan apapun di dunia ini, salah satu dari mereka adalah Fauzia Nur Aprilisa”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

comment