Waktu terus mengikuti mimpiku, tak akan ada yang berubah walau kehidupanku terus berlalu, pelarian yang dulu aku perjuangkan sekarang hanya tinggal debu yang akan di ingat perasaan dingin manusia. Putih rambutku tak membuat rapuh jiwaku, masa yang akan datang akan kujalani tanpa rasa menyesal pernah dilahirkan. Bukti kekuasaan Tuhan dan bukti Kekejaman manusia sudah pernah aku lewati, perjuanganku bersama masa lalu tidak akan menyertai semangat anak muda jaman sekarang. Masa Tua akan aku penuhi tanpa tetes air mata yang berlebihan, hanya perlu aku menangisi rasa cintaku pada anak cucu yang lebih berharga dari hidupku.
Saat Mataku pun tidak bisa melihat, hanya panas matahari yang bisa aku rasakan. Hari - hariku berisi kegelapan yang abadi, tangisan anak kecil adalah sebagian hal yang dapat meramaikan hidupku. Berkali - kali aku terjatuh dalam perubahan yang tak aku lihat, berkali - kali juga pengalaman yang tidak sengaja aku dapatkan. Pagi hari aku berdiam menunggu cahaya kebebasan, kekosongan akan benar menghilang saat banyak orang mulai mengharapkan pertolonganku.
Kini hanya tongkat kecil yang selalu menemaniku melangkah, melangkah menuju kegelapan yang tanpa ujung menutupi arah takdirku. Semua temanku satu persatu menghilang karena umur, semakin lama semua yang aku rasakan di masa muda juga ikut pergi dari dunia ini. Tapi aku tidak pernah lelah menunggu, kematian tidak akan aku harapkan jika Tuhan tidak pernah menghendakinya. Aku ingin tertawa bersama semua, menceritakan semua kisah yang pernah aku rasakan. Walau pendidikan tidak aku dapatkan, namun aku hanya berharap generasi yang akan datang akan lebih cerdas dariku. Negara yang bodoh ini semoga tidak melahirkan cerita yang membosankan. Aku dan semua sejarahku hanyalah sisa - sisa dari jaman yang telah berlalu. Di masa tua ini aku ingin Berlari mencari sebuah tempat ibadah, untuk berdoa dan sebagai bekal ku menuju pengadilan tertinggi, suatu saat nanti aku mengharap bertemu keluargaku, keluarga yang telah memberiku kasih sayang sampai aku akan menutup mata nanti.
YA TUHANKU.....
Ampunilah dosaku ini, dosaku dibawah langit dan bumi yang ku lakukan, berikanlah hidayah kepada semua keluarga yang menjagaku, semua yang menjagaku saat aku terjatuh, semua yang mengharapkanku saat aku menjadi debu bagi dunia.
YA TUHANKU. .
Berikan aku mimpi, mimpi untuk mengasihi orang yang membutuhkan. Berikan aku kekuatan untuk berlari saat mataku tak dapat melihat lagi. Dan bawalah semua ingatanku di Alam kubur nanti, untuk menjadi teman pendamping menunggu Akhiratmu.
YA TUHANKU. . .
Jangan bawa aku pergi, saat banyak orang yang menangisiku. Aku memang tidak berguna dan menyusahkan, tapi aku ingin mengucapkan terima kasih kepada semuanya. jika aku menutup mata, aku akan bermimpi dalam tulangku, semoga kita dipertemukan lagi nanti.
AMINN..
"AKU BERJANJI, SESAKIT APAPUN YANG AKU HADAPI, AKU TIDAK PERNAH MENYESALI HIDUPKU"
salam hangat dariku 'mbah Ning'
Saat Mataku pun tidak bisa melihat, hanya panas matahari yang bisa aku rasakan. Hari - hariku berisi kegelapan yang abadi, tangisan anak kecil adalah sebagian hal yang dapat meramaikan hidupku. Berkali - kali aku terjatuh dalam perubahan yang tak aku lihat, berkali - kali juga pengalaman yang tidak sengaja aku dapatkan. Pagi hari aku berdiam menunggu cahaya kebebasan, kekosongan akan benar menghilang saat banyak orang mulai mengharapkan pertolonganku.
Kini hanya tongkat kecil yang selalu menemaniku melangkah, melangkah menuju kegelapan yang tanpa ujung menutupi arah takdirku. Semua temanku satu persatu menghilang karena umur, semakin lama semua yang aku rasakan di masa muda juga ikut pergi dari dunia ini. Tapi aku tidak pernah lelah menunggu, kematian tidak akan aku harapkan jika Tuhan tidak pernah menghendakinya. Aku ingin tertawa bersama semua, menceritakan semua kisah yang pernah aku rasakan. Walau pendidikan tidak aku dapatkan, namun aku hanya berharap generasi yang akan datang akan lebih cerdas dariku. Negara yang bodoh ini semoga tidak melahirkan cerita yang membosankan. Aku dan semua sejarahku hanyalah sisa - sisa dari jaman yang telah berlalu. Di masa tua ini aku ingin Berlari mencari sebuah tempat ibadah, untuk berdoa dan sebagai bekal ku menuju pengadilan tertinggi, suatu saat nanti aku mengharap bertemu keluargaku, keluarga yang telah memberiku kasih sayang sampai aku akan menutup mata nanti.
YA TUHANKU.....
Ampunilah dosaku ini, dosaku dibawah langit dan bumi yang ku lakukan, berikanlah hidayah kepada semua keluarga yang menjagaku, semua yang menjagaku saat aku terjatuh, semua yang mengharapkanku saat aku menjadi debu bagi dunia.
YA TUHANKU. .
Berikan aku mimpi, mimpi untuk mengasihi orang yang membutuhkan. Berikan aku kekuatan untuk berlari saat mataku tak dapat melihat lagi. Dan bawalah semua ingatanku di Alam kubur nanti, untuk menjadi teman pendamping menunggu Akhiratmu.
YA TUHANKU. . .
Jangan bawa aku pergi, saat banyak orang yang menangisiku. Aku memang tidak berguna dan menyusahkan, tapi aku ingin mengucapkan terima kasih kepada semuanya. jika aku menutup mata, aku akan bermimpi dalam tulangku, semoga kita dipertemukan lagi nanti.
AMINN..
"AKU BERJANJI, SESAKIT APAPUN YANG AKU HADAPI, AKU TIDAK PERNAH MENYESALI HIDUPKU"
salam hangat dariku 'mbah Ning'

Tidak ada komentar:
Posting Komentar