Di saat pelangi mulai bersinar hitam, kemanakah kau akan
menuju sahabatku, dengan sepeda manis penuh ingatan apakah mungkin kau akan
tesesat, jika itu terjadi padamu maka tengoklah ke belakang, dan berharaplah seseorang yang kau cintai akan selalu ada di belakangmu. Segala yang pernah kita lalui janganlah
sampai membuat kita tak mau berpisah, semua kisah indah kita dahulu simpanlah
dalam kantong kecilmu, agar kau tetap bisa membawanya di antara kisah-kisah
saat dewasamu. Angin terus menuntun kita menuju apa yang kita inginkan, jika
kau takut dengan angin yang akan semakin kuat maka tutuplah matamu dan rasakan
dalam hati, dan ingatlah bahwa sudah saatnya kita memulai perjalanan sendiri,
aku dan kau punya jalan masing masing, maafkanlah aku jika aku tak bisa meraih
tanganmu saat kau terjatuh nanti, karena aku pun tau bahwa kau punya penolong
yang lebih indah dariku. Dalam gelap malam yang bercerita, apakah kau tau
sahabatku, aku adalah bintang dan kau adalah bulan, kita akan semakin berbeda
namun dari awal sampai akhir kita berada di tempat yang sama, teruslah bersinar
tanpa melihatku, aku pun akan terus berlari untuk bisa menjadi terang
sepertimu.
Suara yang menghanyutkan segala kisah, tak kusangka ku
mendengar tangisanmu dari balik tembok yang pernah kita bangun bersama, saat ku
mencoba mendatangi tangismu entah kenapa hanya ada bunga-bunga yang tersenyum
manis padaku, dan aku tau bahwa segala kesedihanmu akan membawamu menuju
kebahagiaan yang sebenarnya. Sedikit demi sedikit air mataku menetes dengan
sendirinya, lalu ku coba memandangi gambar dirimu yang pernah kau tinggalkan
untukku, sebisa mungkin aku akan terus mendoakanmu dalam setiap tetesan
tangisku, agar kau pun tau bahwa mencintai tak selamanya harus bersama. Waktu
akan terus mengubah segalanya, dan jika kau pulang kepadaku maka katakanlah
dengan hatimu bahwa kau kembali bukan untuk mencari masa lalumu, tapi katakan
kalau kau kembali untuk menyempurnakan kisahmu dahulu. Dan aku akan menantimu
di tempat terakhir kita bertemu.
Kematian akan terus mengejar kita sahabatku, siapkah kau jika
suatu saat kita dipisahkan oleh maut, dan bila itu terjadi maka kita harus
saling tersenyum dan melambaikan tangan, dengan begitu tak akan ada penyesalan
di antara kita nanti, dan doa adalah suara yang paling indah untuk kita.
Berjanjilah di antara saksi bisu persaudaraan kita, bahwa kita hidup di dunia
untuk memenuhi janji kita kepada Tuhan saat kita dalam kandungan, dan ingatlah
bahwa janji itu “Tiada Tuhan selain Allah”, jika ada yang mengajarimu yang
berbeda dari itu maka tutuplah mata dan hatimu, dan tolaklah dengan segala
keberanianmu.
Sedikit mengingat kisah akan membuat kita tau bagaimana kita
hidup saat dewasa nanti, janganlah lihat aku dengan mata terbukamu, karena aku
berharap kau bisa melihatku dengan mata tertutupmu aku hanya ada dalam hatimu
sahabatku, selamanya pun akan tetap begitu. Selamat jalan dan ucapkan salam
kepada masa depan, aku sekarang di depanmu dan masih menantimu, semoga jika
kita bertemu kita akan lebih hebat dari sebelumnya, percayalah dengan hatimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar