Sabtu, 08 Desember 2012

Jalan Indah


    Di saat pelangi mulai bersinar hitam, kemanakah kau akan menuju sahabatku, dengan sepeda manis penuh ingatan apakah mungkin kau akan tesesat, jika itu terjadi padamu maka tengoklah ke belakang, dan berharaplah seseorang yang kau cintai akan selalu ada di belakangmu. Segala yang pernah kita lalui janganlah sampai membuat kita tak mau berpisah, semua kisah indah kita dahulu simpanlah dalam kantong kecilmu, agar kau tetap bisa membawanya di antara kisah-kisah saat dewasamu. Angin terus menuntun kita menuju apa yang kita inginkan, jika kau takut dengan angin yang akan semakin kuat maka tutuplah matamu dan rasakan dalam hati, dan ingatlah bahwa sudah saatnya kita memulai perjalanan sendiri, aku dan kau punya jalan masing masing, maafkanlah aku jika aku tak bisa meraih tanganmu saat kau terjatuh nanti, karena aku pun tau bahwa kau punya penolong yang lebih indah dariku. Dalam gelap malam yang bercerita, apakah kau tau sahabatku, aku adalah bintang dan kau adalah bulan, kita akan semakin berbeda namun dari awal sampai akhir kita berada di tempat yang sama, teruslah bersinar tanpa melihatku, aku pun akan terus berlari untuk bisa menjadi terang sepertimu.

   Suara yang menghanyutkan segala kisah, tak kusangka ku mendengar tangisanmu dari balik tembok yang pernah kita bangun bersama, saat ku mencoba mendatangi tangismu entah kenapa hanya ada bunga-bunga yang tersenyum manis padaku, dan aku tau bahwa segala kesedihanmu akan membawamu menuju kebahagiaan yang sebenarnya. Sedikit demi sedikit air mataku menetes dengan sendirinya, lalu ku coba memandangi gambar dirimu yang pernah kau tinggalkan untukku, sebisa mungkin aku akan terus mendoakanmu dalam setiap tetesan tangisku, agar kau pun tau bahwa mencintai tak selamanya harus bersama. Waktu akan terus mengubah segalanya, dan jika kau pulang kepadaku maka katakanlah dengan hatimu bahwa kau kembali bukan untuk mencari masa lalumu, tapi katakan kalau kau kembali untuk menyempurnakan kisahmu dahulu. Dan aku akan menantimu di tempat terakhir kita bertemu.

   Kematian akan terus mengejar kita sahabatku, siapkah kau jika suatu saat kita dipisahkan oleh maut, dan bila itu terjadi maka kita harus saling tersenyum dan melambaikan tangan, dengan begitu tak akan ada penyesalan di antara kita nanti, dan doa adalah suara yang paling indah untuk kita. Berjanjilah di antara saksi bisu persaudaraan kita, bahwa kita hidup di dunia untuk memenuhi janji kita kepada Tuhan saat kita dalam kandungan, dan ingatlah bahwa janji itu “Tiada Tuhan selain Allah”, jika ada yang mengajarimu yang berbeda dari itu maka tutuplah mata dan hatimu, dan tolaklah dengan segala keberanianmu.

   Sedikit mengingat kisah akan membuat kita tau bagaimana kita hidup saat dewasa nanti, janganlah lihat aku dengan mata terbukamu, karena aku berharap kau bisa melihatku dengan mata tertutupmu aku hanya ada dalam hatimu sahabatku, selamanya pun akan tetap begitu. Selamat jalan dan ucapkan salam kepada masa depan, aku sekarang di depanmu dan masih menantimu, semoga jika kita bertemu kita akan lebih hebat dari sebelumnya, percayalah dengan hatimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

comment