Sabtu, 08 Desember 2012

Pasung Jiwa


              Hari-hari di Kota hanya mendengar ratapan rakyat jelata yang tak pernah terbungkam, entah tak sudikah para raja menyuapi sebutir nasi untuk mereka. Sepercik cahaya matahari tak membuat bersinar para penghuni lorong kesengsaraan, bagaimanakah jika malam telah tiba, mungkin wajah wajah itu bagaikan kucing hitam yang di abaikan. Wahai jiwa yang terkunci oleh keputus asaan, jika lautan dapat kau pindahkan sekalipun semua itu tak ada harganya jika kau tak punya keyakinan. Tuhan punya rencana atas segala yang terjadi, tak akan ada sesuatu yang di coba melebihi kemampuannya, dan ingatlah jika Tuhan selalu memberikan kemudahan setelah kesulitan. Untuk itu teruslah berdoa dan berusaha wahai Jiwa yang Terpasung oleh kesedihan.

     Di siang hari Kuda berpacu dengan kencang melintasi bebatuan yang membakar kulit, lalu kuda itu berkata kepada setiap manusia yang ditemuinya di jalanan, "Hai manusia, kenapa kau hanya diam disaat tanah semakin menggulungmu, seandainya kau tau bagaimana rasa penderitaan dunia, maka kau akan terus berlari sepertiku walaupun tulangmu hancur oleh pasir". Ketika itu matahari pun seakan mengangguk, melihat sikap perjuangan makhluk lemah yang menasehati puluhan makhluk kuat yang berputus asa.

  Hujan sehari dapat menghapus panas setahun, satu tusukan lidah dalam hati dapat menghapuskan suatu persahabatan seumur hidup. Orang orang yang terlelap mulai membuka lembarannya, berharap fajar tak mengambil sisa harapan yang berada di alam. Angin berlomba menakuti para ilmuwan, memperlihatkan bagaimana secerdas cerdasnya manusia tanpa Tuhan mereka hanya kosong. Jembatan yang terbuat dari sebatang bambu segeralah kau sebrangi, entah kapan satu kemudahan itu dapat sewaktu waktu hilang. Berusaha adalah pengamalan sedangkan Ilmu adalah kekuasaan, menyerah sebelum mencoba sama artinya dengan mati tanpa hidup. Anak panah tidak akan meleset jika dia tau arah sasarannya, dan bilapun anak panah punya mata, tanpa seorang pemanah yang cerdas tak ada gunanya seribu panah yang seperti itu. Pasung batu tak lebih baik dari pasung tali jika tak seorang ahli yang memasangnya, dan saat hatimu terpasung oleh kesedihan maka kuncinya adalah cinta dan jika jiwamu terpasung kegelapan maka kuncinya Adalah Iman kepada Tuhan.

  Di antara kumpulan bintang di langit, rakyat harus tersenyum dengan bangga walaupun menderita, sebentar lagi Tuhan akan memberikan sebuah keindahan kepada semua yang bersabar. Dan para pendusta akan di butakan matanya dari cahaya, semakin mereka bertingkah akan semakin gelap baginya cahaya. Dan di akhir waktu Aku yang berada di bukit antara harapan dan kesengsaraan akan selalu menunggu, keadilan yang datang di hari esok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

comment