Hari-hari di
Kota hanya mendengar ratapan rakyat jelata yang tak pernah terbungkam, entah
tak sudikah para raja menyuapi sebutir nasi untuk mereka. Sepercik cahaya
matahari tak membuat bersinar para penghuni lorong kesengsaraan, bagaimanakah
jika malam telah tiba, mungkin wajah wajah itu bagaikan kucing hitam yang di
abaikan. Wahai jiwa yang terkunci oleh keputus asaan, jika lautan dapat kau
pindahkan sekalipun semua itu tak ada harganya jika kau tak punya keyakinan.
Tuhan punya rencana atas segala yang terjadi, tak akan ada sesuatu yang di coba
melebihi kemampuannya, dan ingatlah jika Tuhan selalu memberikan kemudahan
setelah kesulitan. Untuk itu teruslah berdoa dan berusaha wahai Jiwa yang
Terpasung oleh kesedihan.
Di siang hari Kuda berpacu dengan kencang
melintasi bebatuan yang membakar kulit, lalu kuda itu berkata kepada setiap
manusia yang ditemuinya di jalanan, "Hai manusia, kenapa kau hanya diam
disaat tanah semakin menggulungmu, seandainya kau tau bagaimana rasa
penderitaan dunia, maka kau akan terus berlari sepertiku walaupun tulangmu
hancur oleh pasir". Ketika itu matahari pun seakan mengangguk, melihat
sikap perjuangan makhluk lemah yang menasehati puluhan makhluk kuat yang
berputus asa.
Hujan sehari dapat menghapus panas setahun,
satu tusukan lidah dalam hati dapat menghapuskan suatu persahabatan seumur
hidup. Orang orang yang terlelap mulai membuka lembarannya, berharap fajar tak
mengambil sisa harapan yang berada di alam. Angin berlomba menakuti para
ilmuwan, memperlihatkan bagaimana secerdas cerdasnya manusia tanpa Tuhan mereka
hanya kosong. Jembatan yang terbuat dari sebatang bambu segeralah kau sebrangi,
entah kapan satu kemudahan itu dapat sewaktu waktu hilang. Berusaha adalah
pengamalan sedangkan Ilmu adalah kekuasaan, menyerah sebelum mencoba sama
artinya dengan mati tanpa hidup. Anak panah tidak akan meleset jika dia tau
arah sasarannya, dan bilapun anak panah punya mata, tanpa seorang pemanah yang
cerdas tak ada gunanya seribu panah yang seperti itu. Pasung batu tak lebih
baik dari pasung tali jika tak seorang ahli yang memasangnya, dan saat hatimu
terpasung oleh kesedihan maka kuncinya adalah cinta dan jika jiwamu terpasung
kegelapan maka kuncinya Adalah Iman kepada Tuhan.
Di antara kumpulan bintang di langit, rakyat
harus tersenyum dengan bangga walaupun menderita, sebentar lagi Tuhan akan
memberikan sebuah keindahan kepada semua yang bersabar. Dan para pendusta akan
di butakan matanya dari cahaya, semakin mereka bertingkah akan semakin gelap
baginya cahaya. Dan di akhir waktu Aku yang berada di bukit antara harapan dan
kesengsaraan akan selalu menunggu, keadilan yang datang di hari esok.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar