Senin, 05 Desember 2011

Akhir Kehidupan (LOVE FAITH)

   Malam Malam bertabur kesunyian, dengan bintang di atasnya seakan menangisi kebencian. Anjing berlari melompati harapan, harapan kematian yang terkubur oleh bebatuan. Melihat seribu awan di langit, namun hanya ada api kekosongan. Dunia harusnya marah melihat tingkah kebusukan manusia, yang bukan hewan namun pantas dipanggil hewan. Akankah Takdir kehidupan ini berakhir. Seperti darah yang terus mengalir tanpa arah. Kesunyian ini membuatku buta, Aku tidak bisa melihat, Aku juga tidak bisa mendengar, seperti kelelawar yang terbang di Siang hari. Hatiku hanya terdiam, menanti akhir Takdir yang membosankan.

    Demi segenggam Jantungku. Aku akan mengubur Dunia, di dalam Kebebasan dan Keadilan. Ingin Aku melihat Kegilaan pemerintah, yang menganggap darah sebagai sampah. Tanpa rasa kesedihan, ingin Aku membutakan mataku, jika Aku hidup hanya melihat kebusukan Dosa. Rantai kebencian terus menghantui manusia, namun saat kunci Surga mereka dengarkan, mereka hanya terdiam melihat kebesaran takdir Tuhan.
Neraka terus mengikuti arah tujuan Manusia, yang tidak mengenal maaf dan dosa. Kebohongan amal seperti kebusukan Pemerintah. Pemerintah yang tidak bisa mengerti kebutuhan Rakyatnya. Dalam mimpi ku, aku bertanya "Untuk apa aku hidup?". Beberapa saat Setan datang kepadaku dan menjawab "Kau hidup untuk mati,dan matimu untuk mengisi neraka bersamaku". Mendengar itu hatiku terpaku, serasa es yang menyentuh jantung jantungku. Tapi di akhir Aku percaya, bahwa hanya Tuhan yang menentukan hidupku. Aku berserah diri kepada Takdir baik Tuhan. Di malam yang dingin ini Aku berdoa

Ya Tuhanku. . .
Demi seluruh makhluk ciptaanmu.
Tenangkanlah rasa ketakutan di hatiku.
Buanglah semua kebencian di hidupku.
Seperti engkau membuang pergi nyawa keluargaku.

Ya Tuhanku. . .
Akan Aku jalankan Ibadah kepadamu.
Ibadah yang hanya mengharapkan Ridho mu.
Berikan Aku rasa kebebasan dan keadilan.
Agar tujuanku menghapus rasis di Dunia bisa terpenuhi.
Masyarakat cinta dami itu bukanlah yang Aku harapkan.
Walau Damai, namun di hati mereka, perang telah mengalahkannya.

Ya Tuhanku Yang Maha Esa. . .
Aku ingin bertanya satu hal.
Bagaimana kabar Nenek ku yang telah engkau ambil.
Bawalah Aku bersamanya di Langit tertinggi.
Semoga akan menjadi keinginan akhirku di dunia.


Selesai membacanya, aku terus terdiam, menanti matahari pagi yang mencerahkan semua kebusukan. Dan akan Aku mulai awal yang baru di Hatiku. Bersama kenangan indah bersama dirinya. LOVE FAITH dalam hatiku. Dan aku akan berjanji menemuimu, di tempat yang lebih tinggi lagi. Aku akan terus mendoakanmu.

SALAM KEBEBASAN UNTUKMU
"Nenekku"


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

comment