Tatapan mata kosong yang selalu manusia berikan, tak berbeda dengan kebusukan gila dalam hatinya. Tak ada yang tau pikiran manusia, dan tak ada yang tau keinginan hatinya. Kemarahan yang tak berujung, yang manusia bawa sambil berlari. Berlari mengitari kuburan keluarganya sendiri. Andai saja kau bisa menahan rasa benci mu di masa lalu. Pasti kata balas dendam akan menjadi slogan palsu dalam mulutmu. Perjuangan abadi mu yang terlupakan, hangus dimakan rasa kebencian yang mendalam. Kau hidup dalam kesengsaraan tak bernyawa, terus terbang membawa dosa dari langit tertinggi.Apa yang akan kau terima dengan kebencianmu manusia ?. Hanya kepalsuan dan kesedihan di akhir perjalananmu. Bahkan kau tidak akan sempat berjalan, tanpa menghiraukan takdir Tuhan kau mungkin terbungkam. Rasa yang mencairkan hati beningmu telah hilang, terhapuskan rasa amarah sesaat. Kau adalah orang yang paling merugi, lebih rugi dari babi yang terjepit kakinya sendiri.
Kegilaan apa yang terus menuntunmu. Kau tidak pernah tenang menjalani tahap akhir permasalahanmu, selalu saja kau serahkan kepada iblis yang paling hina. Cobalah berpikir apa yang akan kau dapat, tanpa melihat sisi buruk di masa lalu. Tak ada yang abadi di dunia, begitu pun rasa kebencian yang kau paksakan dalam takdirmu. Kau akan mati dalam keadaan yang tidak menyenangkan, di kelilingi orang yang menolak keberadaanmu. Tak ada seorangpun mau mendoakan kesedihan terdalammu. Semua akan pergi dalam ingatan tanpa arah di hatimu.
Melangkahlah kau sebelum orang di sampingmu melangkahimu. Tunjukanlah perjuangan tanpa akhir yang kau tegakkan. Perasaan duka atas kesengsaraan orang yang di bawahmu. Terus menyatu dengan kemarahan dalam darahmu. Kau akan mendapat kekosongan abadi, jalan tanpa arah, hidup tanpa teman, dan mati tanpa amal, jika kau mengandalkan nafsu iblismu. Keparat tak berharga bagaikan penjual narkoba yang terinjak. Mendapat keuntungan sekejap namun rugi selamanya.
Yakinlah langit akan membantumu, membantu untuk menjadikanmu seorang yang lebih baik. Kebencian 1 tahun yang kau lakukan, akan terhapus dengan kebaikanmu 1 hari. Suatu saat kau harus mengerti, kehidupan di langit tak pernah tetap. Bagaikan awan yang terpecah, kau harus mampu mengendalikan hatimu. Tetaplah tegak di mata orang lain, dengan begitu kau akan di hormati. Bukan tentang kekuasaan maupun derajat, tapi sifat terhormat yang akan kau berikan. Tak akan rugi kau diam menghadapi iblis. Tuhan sudah memilih jalanmu, tapi kau bisa mengubahnya.
Pasir yang membentuk sebuah ingatan. Walau tak berharga namun tetap jadi pilihan. Tragedi dunia yang penuh dosa kepada langit, ampunan tak akan berhenti kepada yang mau percaya. Dan ingatlah manusia, kesabaran adalah senjatamu saat hatimu di lukai. Jangan pernah kau katakan balas dendam di hadapan saudaramu. Karena kau bisa kehilangan apa yang harusnya kau dapatkan.
TERUSLAH BERLARI MEMBAWA HARAPAN TANPA KEBENCIAN DI MASA LALU, DAN KAU TAK AKAN MERUGI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar