Rantai Besar Yang Terluka
#SEBUAH PUISI UNTUK PEMERINTAH YANG LAGI GALAU DAN BETE.
Air mata yang mengalir di wajah sang garuda
Tanpa harap yang indah untuk tertawa
Bersama mimpi untuk merdeka
Bersama satu untuk bersaudara
Mengenang perjuangan bangsa di masa muda
Seperti berayun di tengah bara api neraka
Tak pernah indah meski tertawa
Ingatan kesucian tanpa harta
Ingatan kebencian tanpa cinta
Haruskah Rakyat berhenti berharap
Mengharapkan keadilan yang tidak pernah ada
Mungkinkah hati para hakim itu Buta
Lebih buta dari seekor anjing yang terluka
Hingga korupsi bisa merajalela
Para koruptor menari dengan suka ria
Di atas penderitaan Rakyat jelata
Bajingan itu kau koruptor tak berharga
Tanpa hati kau merusak bangsa
Menghancurkan seluruh generasi penuh harapan
Anak anak yang tidak pernah mengerti perzinaan
Terus terdiam melihat aksi Pendusta
Prajurit Politik pun tak bernyawa
Hanya mementingkan jabatan daripada kehidupan
Terus saja mereka bisa berkuasa
Tanpa pernah menangisi akibat dustanya
Dan haruskah Rakyat membela
Membela pada akhirnya di penjara
Penjara sampah yang penuh bangkai dosa
Demi kemarahan tanpa kata - kata
Di manakah negaraku yang penuh rasa bangga
Negara yang selalu mementingkan keluarga
Bukan harta ataupun mobil duka
Aku ingin benderaku di atas rantai cinta
Tanpa ada rasa berbeda dan terluka
Rakyat yang tidak akan diam melihat kehancuran
Kehancuran yang diciptakan anak bangsa
Anak muda pecundang yang penuh Dosa
Dosa narkoba dan kepuasan zina nya
Apa Pengorbanan itu yang kau harapkan
Kematian adalah hal terindah untuk dirinya
Tak ada gading yang tak luka
Rantai hidup yang tidak sempurna
Selama rakyat bersatu akan tetap terbawa
Dalam perdamaian cinta yang terlelap.
COVER

Tidak ada komentar:
Posting Komentar