Sabtu, 28 Januari 2012

Puisi "Sayatan Kebisuan"

     Sayatan kebisuan

Aku sedih menatap langit
Biru terungkap tiada tawa
Ingin jiwa lupakan sakit
Dosa bersemi berujung dusta

Lambaian angin begitu sedih
Membawa ingatan yang terlupakan
Batu hitam mulai frustasi
Lenyapkan senyum bagi semesta

Luka,sakit dan Kecewa
Tak mampu jiwa menghadapi sang kuasa

Lewat puisi angin bercerita
Mendongeng sebuah malapetaka
Mimpi membisu semakin terbuka
Teringat ayah membelah samudra

Bibir ini tak mampu bicara
Diam membisu menerkam kata
Luluh lantah angin bertanya
Kami diam menghadap lentera
Menunggu kesaksian lama terbuka

Daun berguguran tandai catatan
Menuliskan surat bukan untuk Tuhan
Lambang bersemi susah terungkap
Hadapi ranting penuh taubat



COVER

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

comment