Sayatan kebisuan
Aku sedih menatap langit
Biru terungkap tiada tawa
Ingin jiwa lupakan sakit
Dosa bersemi berujung dusta
Biru terungkap tiada tawa
Ingin jiwa lupakan sakit
Dosa bersemi berujung dusta
Lambaian angin begitu sedih
Membawa ingatan yang terlupakan
Batu hitam mulai frustasi
Lenyapkan senyum bagi semesta
Membawa ingatan yang terlupakan
Batu hitam mulai frustasi
Lenyapkan senyum bagi semesta
Luka,sakit dan Kecewa
Tak mampu jiwa menghadapi sang kuasa
Tak mampu jiwa menghadapi sang kuasa
Lewat puisi angin bercerita
Mendongeng sebuah malapetaka
Mimpi membisu semakin terbuka
Teringat ayah membelah samudra
Mendongeng sebuah malapetaka
Mimpi membisu semakin terbuka
Teringat ayah membelah samudra
Bibir ini tak mampu bicara
Diam membisu menerkam kata
Luluh lantah angin bertanya
Kami diam menghadap lentera
Menunggu kesaksian lama terbuka
Diam membisu menerkam kata
Luluh lantah angin bertanya
Kami diam menghadap lentera
Menunggu kesaksian lama terbuka
Daun berguguran tandai catatan
Menuliskan surat bukan untuk Tuhan
Lambang bersemi susah terungkap
Hadapi ranting penuh taubat
Menuliskan surat bukan untuk Tuhan
Lambang bersemi susah terungkap
Hadapi ranting penuh taubat
COVER

Tidak ada komentar:
Posting Komentar