Sabtu, 21 Januari 2012

Yang Terakhir Belum Berakhir

 Buku catatan akhir kehidupan mulai terpendam, hanya menyisakan kenangan tak berguna yang terlahir dalam hati manusia. Kotor dan tidak terawat begitulah akhir kehidupan seseorang, diam sendiri bersama dinginnya penyiksaan. Mereka menunggu hari pengadilan tanpa bisa bercanda, langit pun bahkan menolak mereka yang murka kepada dunia. Kebaikan masih terus diperbaiki semua orang sambil berharap kehidupan akhirnya akan terus ditangisi yang tertinggal. Lama berbuat juga tidak menghasilkan apa - apa, saat manusia hanya bekerja mencari dunia, tanpa pernah berpikir siapa yang menciptakannya. Kesepian ditinggal sang penjaga yang terus mengukir luka di hati manusia yang telah berakhir, lelah pun pasti ikut menenggelamkan tubuhnya dalam kesengsaraan. Semoga tangis tak membawa panasnya penyiksaan dalam kubur terindah mereka.

  Jantung semakin remuk oleh alam, ingatan akan semakin hilang dan menjadi bayangan mereka sendiri. Saat mereka mengaku punya teman baik, kekasih, orang tua dan keluarganya namun di saat terakhir hanya akan ada amalan yang setia menemaninya. Bagai mata pisau yang terasah, penyiksaan di Akhir begitu berat dari perasaan depresi dunia, Malaikat tidak akan sungkan mengayunkan tombak penuh dosa kepada sang terakhir. Hidup tidak, mati pun juga tidak, itulah hadiah dari perbuatan buruk manusia selama dia hidup bersama nafsu setannya. Lama tersimpan semuanya pasti akan membusuk, begitulah mimpi setiap nyawa manusia. Tanpa usaha dan doa setiap mimpi akan menjadi busuk dalam pikiran mereka. Lama kelamaan Sifat egois dan saling membencia juga akan merusak kaca iman yang ada di depanmu, tanpa kepercayaan yang kuat mungkin akan banyak orang yang tersesat. Orang - orang di Dunia yang mengaku dirinya paling cerdas dan hebat namun pada akhirnya mereka tetap takut mati, apa mereka takut kehilangan dunia mereka ataukah takut sendiri dalam penyiksaan. Memang benar manusia makhul yang paling hebat, manusia berani merokok, mabuk - mabukkan, berselingkuh, berzina, saling membunuh, tapi mereka semua malah takut akan kematian kejam yang mendatanginya. Jangan berbuat murahan begitu manusia, takutlah mati saat kau merasa agamamu belum benar, dunia ini hanya titipan dan agamalah yang akan menjaganya agar yang kau miliki tidak menipumu.

   Peti mati itu hanya sampah yang memenuhi kuburmu, bukan masalah apa yang akan membungkusmu nanti, semuanya akan sama di akhir. Amal akan menjadi racun manusia, apa yang dia perbuat itulah yang dia dapat. Putih hidup tidak akan selamanya indah, terkadang hitamnya hati akan mendatangi jiwa - jiwa yang selalu bimbang akan hidupnya. Jika saat ini kita akan mati, jangan pernah kau berpaling kepada siapapun, tujuan kita hanya surga. Kehidupan begitu berat namun akhirnya akan ada kecerahan, Hidup ini tidak pernah berakhir sampai pengadilan itu datang. Jangan kau lepas sesuatu yang kau anggap benar, karena semuanya tentang kepercayaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

comment